Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

FBI Ungkap Dokumen Rahasia Kasus Kematian Kurt Cobain

Selasa, 11 Mei 2021 | 23:17 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Kurt Cobain (kanan) bersama istri, Courtney Love yang menggendong anaknya Frances Bean yang kiniberusia 22 tahun

Los Angeles, Beritasatu.com - Lebih dari 27 tahun setelah kematian Kurt Cobain pada tanggal 5 April, musisi ikonik grup Nirvana itu kembali menjadi berita utama.

Penyebabnya, FBI kembali merilis laporan terkait meninggalnya pentolan grup musik aliran grunge Nirvana ini.

Advertisement

Pada saat kematiannya, polisi mengatakan, mereka mengira Cobain telah bunuh diri dengan senapan dan ditemukan catatan di samping tubuhnya. Tetapi kasus tersebut telah menyebabkan teori konspirasi yang tak terhitung jumlahnya di tahun-tahun sesudahnya.

FBI secara berkala membuat beberapa laporan informasi yang diarsipkan untuk publik, terutama yang melibatkan orang-orang terkenal, seperti politisi dan yang dikenal oleh publik.

Hanya 10 halaman yang dirilis terkait laporan Cobain, tetapi ada banyak minat di sana, terutama fokusnya pada dua surat.

Salah satu surat itu adalah e-mail tanpa subjek yang dikirim ke kantor FBI di Seattle pada tahun 2013 yang mendesak dilakukannya penyelidikan.

"Siapa pun yang peduli, saya percaya ketidakadilan besar mungkin telah dilakukan dalam kasus Kurt Cobain," bunyi isi surat elektronik tersebut.

"Kisah resmi dari departemen kepolisian Seattle adalah bahwa dia bunuh diri, namun ada banyak pertanyaan yang belum terjawab dan ketidakkonsistenan dengan ini."

Surat lainnya diketik, dicetak dan dikirim pada tahun 2007 dan menyatakan bahwa "pembunuhnya masih di luar sana. Polisi terlalu cepat mengambil kesimpulan."

Laporan tersebut juga menyertakan dua tanggapan identik dari FBI terhadap surat-surat tentang kematian Cobain pada tahun 2006.

Surat Anda ... kepada FBI yang menyatakan keyakinan Anda bahwa Kurt Cobain dibunuh telah dirujuk ke saya untuk dijawab," kata mereka.

"Kami menghargai keprihatinan Anda bahwa Tuan Cobain mungkin telah menjadi korban pembunuhan. Namun, sebagian besar penyelidikan pembunuhan umumnya berada dalam yurisdiksi pemerintah negara bagian dan lokal."



Sumber: marca.com


BERITA LAINNYA


HIBURAN | 11 Mei 2021

HIBURAN | 10 Mei 2021

HIBURAN | 10 Mei 2021

HIBURAN | 10 Mei 2021

HIBURAN | 9 Mei 2021

HIBURAN | 9 Mei 2021

HIBURAN | 8 Mei 2021

HIBURAN | 7 Mei 2021

HIBURAN | 7 Mei 2021

HIBURAN | 7 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tindakan Ronaldo Buat Nilai Pasar Saham Coca-Cola Turun Triliunan Rupiah

#2
Covid-19 Meningkat, Kota Bogor Berlakukan Kembali Ganjil Genap

#3
Satgas Nemangkawi Temukan Catatan Bantuan Pemda Puncak ke Petinggi KKB

#4
Kapolri Setuju Jalur Sepeda di Sudirman-Thamrin Dibongkar, Anies Belum Keluarkan Keputusan

#5
Covid-19 Meningkat, Bandung Hentikan Uji Coba Belajar Tatap Muka di Sekolah

#6
Sejumlah Musisi Berkolaborasi Rilis Mini Album

#7
Politikus Gerindra Tegaskan RUU KUP Belum Dibahas

#8
Kemkes: Vaksin Gotong Royong Tak Boleh Sama dengan Vaksin Program Pemerintah

#9
Ironis, Petugas di Posko Covid-19 di Labuan Bajo Tidak Kenakan Masker

#10
Penjual Senjata KKB Diduga Terima Uang dari Ketua Dewan Tolikara

TERKINI


EKONOMI | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

NASIONAL | 17 Juni 2021

NASIONAL | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

BOLA | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

DUNIA | 17 Juni 2021