Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Waspada Salah Cara Merawat Organ Telinga

Rabu, 3 Maret 2021 | 16:31 WIB
Oleh : Indah Handayani / JAS
Dokter memeriksa telinga seorang anak.

Jambi, Beritasatu.com - Gangguan pada pendengaran di organ telinga, dapat disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada telinga luar atau adanya bakteri yang bermukim di telinga bagian tengah. Selain menimbulkan rasa demam dan nyeri, fungsi pendengaran pun mengalami penurunan kualitas. Untuk itu, merawat organ telinga sangatlah penting. Sayangnya, banyak yang melakukan hal yang salah dalam merawat organ ini.

Dokter spesialis THT Siloam Hospitals Jambi dr Arsia Dilla Pramita Sp THT-KL menjelaskan infeksi atau timbulnya bakteri umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Pada telinga terdapat kotoran telinga atau serumen.

Tindakan membersihkan telinga dapat membuat kotoran telinga terdorong masuk jauh ke dalam. Tindakan mengorek telinga selain membuat serumen semakin masuk ke dalam, dikhawatirkan juga akan merusak gendang telinga.

“Bahkan sampai robek sehingga pasien akan merasakan berdengung bahkan sampai berair," ungkap dr Arsia dalam keterangan pers, Rabu (3/3/2021).

Arsia menambahkan selain infeksi, serumen atau kotoran telinga juga dapat mengganggu pendengaran. Namun masyarakat sering berupaya membersihkan sendiri dengan cara mengorek telinga.

Padahal serumen dapat keluar dengan sendirinya pada saat kita sedang mengunyah makanan atau berbicara. “Adapun serumen ini berfungsi sebagai proteksi yang melindungi telinga dari serangga bahkan kotoran halus," tambah Arsia.

Menurut Arsia, organ telinga merupakan salah satu panca indra yang terdiri dari tiga bagian besar, yaitu telinga luar, tengah,, dan dalam. Ia pun menegaskan perawatan telinga antara bayi dengan orang dewasa sangatlah berbeda.

Bagi bayi, para ibu yang sering membersihkan kotoran telinga pada bayinya terutama sehabis mandi maka sebaiknya hal ini dilakukan hanya pada bagian luar telinga, yaitu sebatas yang terlihat secara kasat mata. Hal ini dikarenakan gendang telinga pada bayi sangat dekat dengan telinga bagian luar dan berbeda dengan anatomi telinga pada orang dewasa.

“Dengan anjuran ini, diharapkan kondisi gendang telinga bayi tetap terjaga dari luka infeksi,” tambahnya.

Arsia menambahkan infeksi telinga dapat sembuh dan penanganan umumnya dapat dimulai dengan mengatasi rasa nyeri dan mengeradikasi kuman melalui pengobatan antibiotik jika disebabkan oleh bakteri. Biasanya diawali dengan pengalaman memiliki penyakit saluran pernapasan atau alergi seperti batuk pilek yang bisa menyebar ke organ telinga bagian tengah.

Patofisiologi yang menyebabkan infeksi telinga tengah pada anak berbeda dengan dewasa. “Pada anak infeksi lebih mudah terjadi karena tuba lebih pendek, lebih lebar, dan lebih horizontal," tutur Arsia.

Lebih lanjut Arsia menambahkan ada beberapa gangguan kesehatan telinga di setiap bagian telinga ini disebabkan infeksi ataupun virus dan bakteri. Di antaranya adalah peradangan pada telinga luar yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan jamur.

Adapun faktor yang mempermudah terjadinya radang telinga luar adalah perubahan pH di liang telinga Jika terjadi perubahan pH, proteksi terhadap infeksi menurun.

Ada pula otitis media akut yang merupakan gangguan telinga bagian tengah disebabkan infeksi, virus atau bakteri. Ini sering terjadi pada anak-anak dengan gejala, sakit telinga, demam, keluarnya cairan dari telinga.

Terakhir, otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah infeksi kronis rongga telinga tengah yang ditandai dengan perforasi permanen gendang telinga, lalu keluarnya cairan yang berbau tidak sedap baik hilang-timbul atau terus-menerus.

Lebih lanjut Arsia menjelaskan kekambuhan dapat disebabkan oleh infeksi saluran napas atas atau jika telinga kemasukan air. Pada kondisi ini juga dapat terjadi gangguan pendengaran.

Pada OMSK pasien umumnya mengeluhkan telinga berdengung, keluar cairan. Pada keadaan yang berat, dapat terjadi komplikasi seperti vertigo, hingga penyebaran ke intrakranial. “Untuk mencegah terjadinya berbagai infeksi tersebut, memeriksakan dan membersihan telinga sebaiknya rutin dilakukan setiap enam bulan sekali dengan mengunjugi dokter spesialis THT," tutup Arsia.



Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 2 Maret 2021

KESEHATAN | 2 Maret 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kapolda Sumsel: Terduga Penganiaya Perawat Siloam Sudah Ditangkap

#2
Kekerasan Terhadap Perawat, Siloam Hospitals Serahkan ke Kepolisian

#3
Ini Kronologi Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang oleh Keluarga Pasien

#4
Jokowi Bakal Copot Menteri Berinisial M?

#5
Lansia Berdiri Lama Antre Vaksinasi Covid-19, Wali Kota Bogor Geram

#6
Ahli Beri Tips Agar Atlet yang Berpuasa Tetap Fit dan Imun Terjaga

#7
Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Hukuman Maksimal 2 Tahun 8 Bulan

#8
Jokowi Ungkap Alasan Larangan Mudik, Ini Penjelasannya

#9
Seblak Blakan, Kuliner Kekinian dengan Cita Rasa Internasional

#10
Persatuan Perawat Desak Pelaku Kekerasan terhadap Perawat RS Siloam Dihukum Seberat-beratnya

TERKINI


BOLA | 17 April 2021

EKONOMI | 17 April 2021

KESEHATAN | 17 April 2021

BOLA | 17 April 2021

BOLA | 17 April 2021

BOLA | 17 April 2021

NASIONAL | 17 April 2021

EKONOMI | 17 April 2021

MEGAPOLITAN | 17 April 2021

NASIONAL | 17 April 2021