Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemkes Tegaskan Peran Swasta Penting dalam Program Vaksinasi Covid-19

Rabu, 3 Maret 2021 | 17:53 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS
Petugas mempersiapkan vaksin Covid-19 di pos pelayanan vaksinasi drive thru Halodoc di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (P2P Kemkes), Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, peran swasta sangat penting untuk mengejar target sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 181,5 juta penduduk. Pasalnya, jika dikalikan masing-masing 2 dosis, maka ada 360 juta dosis dan membutuhkan waktu yang lama untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19.

“Ini harus kita kejar. Kalau cuma Kementerian Kesehatan, jajaran kita punya dinas kesehatan, ada rumah sakit, ada puskesmas. Mungkin baru 10 tahun bisa selesai. Dengan melibatkan semua, saya kira satu tahun bukan satu hal yang tidak mungkin, itu harus bisa kita lakukan” ucapnya dalam Peresmian Pusat Pelayanan Vaksinasi Covid-19 melalui Drive Thru di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Maxi menyebutkan, saat ini pemerintah telah membuat strategi vaksinasi Covid-19. Dalam hal ini, ada empat strategi yang disiapkan pemerintah.

Pertama, vaksinasi berbasis fasilitas kesehatan yakni di rumah sakit atau puskesmas.

Kedua, vaksinasi berbasis institusi termasuk institusi TNI dan Polri serta Kementerian Badan usaha milik negara (BUMN) yang mempunyai kekuatan tenaga bisa melaksanakan sendiri.

Ketiga, berbasis tempat, yakni vaksinasi massal yang dilakukan di gedung-gedung. “Ini sudah kami lakukan cukup banyak di tempat di beberapa kota dan itu berhasil,” ucapnya.

Keempat, vaksinasi bergerak atau drive thru. “Drive thru ini suatu inovasi yang bagus. Drive thru pertama untuk lansia kita coba buatkan di Halodoc. Saya kira kerja sama Halodoc, Gojek, dan Rumah Sakit Hermina suatu kekuatan baru yang membantu pemerintah dalam mempercepat target vaksinasi 181,5 juta,” ucapnya.

Maxi berharap, vaksinasi bergerak atau drive thru yang dilakukan oleh Halodoc dan mitra dapat direplikasi untuk kota lain atau tempat lain di Jakarta. Pasalnya, ia menilai hal tersebut merupakan suatu terobosan yang sangat baik, apalagi sasaran awalnya untuk lansia.

“Lansia itu populasi di seluruh Indonesia ada 21,6 juta yang menjadi sasaran Kemkes pada vaksinasi tahap II. Kalau tidak banyak tempat, kita sudah melihat buka di sana antre panjang, buka di sini antre panjang. Ini pelayanan cepat dan antrean itu tidak panjang,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Kemkes menggandeng Halodoc dalam penyediaan layanan vaksinasi Covid-19 drive thru. Dalam pelaksanaannya Halodoc menggandeng Gojek sebagai mitra transportasi dan komunikasi, Rumah Sakit Hermina sebagai tim medis di lapangan sekaligus vaksinator, dan BLU Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) sebagai penyedia area untuk pelaksanaan vaksinasi.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Partai Emas Dukung Larangan Mudik yang Diterapkan Pemerintah

#2
Meski Berat, IHSG Masih Berpeluang Menguat ke Level 6.000

#3
Larang Mudik, Kemko PMK: Setiap Libur Panjang Kasus Covid 19 Selalu Naik

#4
Tiongkok Akan Campur Vaksin Covid-19, Ini Komentar Kemkes

#5
Kemkumham Isyaratkan Tolak Pengajuan Merek Partai Demokrat oleh SBY

#6
Saksi‎: Munarman Cs Jemput Rizieq Langsung ke Tangga Pesawat

#7
Teten Ajak Pelaku Koperasi dan UMKM Susun Model Bisnis Industri Otomotif

#8
Korban Bencana NTT Butuh Obat-obatan dan Layanan Psikososial

#9
SBY Daftarkan Lambang Demokrat ke HAKI, Ini Pandangan Pakar

#10
MA Tolak Kasasi Jaksa, CEO MeMiles Bebas

TERKINI


DUNIA | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

MEGAPOLITAN | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021