Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Varian Corona Afsel Bisa Tembus Pertahanan Vaksin Pfizer

Minggu, 11 April 2021 | 22:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Vaksin Pfizer-Biontech.

Tel Aviv, Beritasatu.com- Vaksin Pfizer-BioNTech ternyata kurang kuat menghadapi serangan varian B.1.351 dan mutasi Covid-19 lainnya. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (11/4/2021), satu studi penelitian oleh Universitas Tel Aviv menemukan varian Covid Afrika Selatan dapat menerobos pertahanan vaksin Pfizer.

“Varian virus corona Afrika Selatan berhasil menembus perlindungan yang ditawarkan oleh dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech sampai tingkat tertentu, meskipun masih belum jelas seberapa banyak kemanjuran yang hilang,” bunyi laporan studi.

Advertisement

Penelitian, yang dirilis pada Sabtu (10/4), membandingkan hampir 400 orang yang dites positif Covid-19 dua minggu atau lebih setelah mereka menerima satu atau dua dosis vaksin. Kondisi mereka dibandingkan dengan pasien yang tidak divaksinasi dengan penyakit Covid-19

Responden dicocokkan dari segi usia dan jenis kelamin, di antara karakteristik lainnya.

Menurut penelitian oleh Universitas Tel Aviv dan penyedia layanan kesehatan terbesar Israel, Clalit, varian Afrika Selatan yakni B.1.351, ditemukan sekitar 1 persen dari semua kasus Covid-19 di semua orang yang diteliti.

Tetapi di antara pasien yang telah menerima dua dosis vaksin, tingkat prevalensi varian itu delapan kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak divaksinasi - 5,4 persen berbanding 0,7 persen.

Menurut para peneliti, penelitian menunjukkan vaksin Pfizer kurang efektif terhadap varian Afrika Selatan. Hasil itu terungkap jika dibandingkan dengan virus corona asli dan varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris yang mencakup hampir semua kasus Covid-19 di Israel.

“Kami menemukan tingkat yang lebih tinggi dari varian Afrika Selatan di antara orang yang divaksinasi dengan dosis kedua, dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi. Ini berarti varian Afrika Selatan dapat, sampai batas tertentu, menembus perlindungan vaksin,” kata Adi Stern dari Universitas Tel Aviv yang memimpin penelitian tersebut.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa studi tersebut hanya memiliki ukuran sampel kecil orang yang terinfeksi varian Afrika Selatan karena kelangkaannya di Israel.

Tim peneliti juga mengatakan penelitian itu tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan keefektifan vaksin secara keseluruhan terhadap varian apa pun. Peneliti hanya memeriksa orang yang sudah dites positif Covid-19, bukan pada tingkat infeksi secara keseluruhan.

Pfizer dan BioNTech tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar di luar jam kerja.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

KESEHATAN | 11 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kenaikan Kasus Positif di Kabupaten Bekasi Capai 500%

#2
Kabar Duka, Legenda Bulutangkis Markis Kido Meninggal Dunia

#3
Mendadak, Pangdam Jaya, Kapolda Metro, dan Kajati Sambangi Kantor Anies

#4
Markis Kido Tak Sadarkan Diri Saat Baru Bermain Setengah Gim

#5
Ini Gol Indah Messi ke Gawang Cile di Copa America

#6
Kasus Pungli, Pengawas Operator Crane Sempat Instruksikan Hilangkan Barang Bukti

#7
Peserta SBMPTN dengan Nilai Tertinggi Diterima di Hukum UGM dan Teknik Kimia UI

#8
Lawan Prancis, Neuer: Jerman Juga Tim Unggulan

#9
Ada 12.715 Kursi Kosong di SBMPTN 2021, Mayoritas di Daerah 3T

#10
Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter Tirta

TERKINI


EKONOMI | 15 Juni 2021

DIGITAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

OLAHRAGA | 15 Juni 2021

DUNIA | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

OLAHRAGA | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

GAYA HIDUP | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021