Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Vaksin Nusantara Disebut Buatan Asing, BPOM: Masyarakat yang Menilai

Selasa, 13 April 2021 | 15:07 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JEM
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyerahkan kepada masyarakat terkait penilaian apakah vaksin Nusantara bisa dikategorikan vaksin buatan dalam negeri atau asing. Penny mengatakan BPOM mempunyai tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar terkait pengembangan vaksin Nusantara termasuk alasan mengapa tidak lolos tahap uji klinis fase 1.

“Apakah itu kriteria disebut vaksin dalam negeri atau vaksin anak bangsa, saya kira silakan masyarakat yang menilai,” kata Penny di sela-sela workshop pengawalan vaksin Merah Putih di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Advertisement

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX, Kamis (8/4/2021), Penny mengatakan keterlibatan tim peneliti asing sangat dominan. Pasalnya, sejak tahap awal tim peneliti asing yang menjelaskan, membela, berdiskusi dan memproses tentang pengembangan vaksin Nusantara. Penny juga menyebut vaksin Nusantara memakai komponen dari luar negeri.

“Di dalam pembahasannya tim peneliti asinglah yang menjelaskan, yang membela dan berdiskusi, yang memproses pada saat kita hearing tersebut, dan terbukti proses pelaksanaan uji klinik, proses produksinya dilakukan oleh tim peneliti asing dari AIVITA,” kata Penny saat rapat kerja dengan Komisi IX, Kamis (8/4/2021).

Saat dikonfirmasi ulang apakah BPOM menganggap vaksin Nusantara sebagai buatan asing, Penny mengatakan, semua tergantung kesimpulan masyarakat.

“Apa kriteria disebut vaksin dalam negeri atau vaksin anak bangsa? Saya kira silakan masyarakat yang menilai tapi BPOM memberikan informasi apa adanya bahwa mengandung komponen antigen, growth factor yang memang produk impor,” ujar Penny, hari ini.

Menurut Penny, penjelasannya akan meluruskan berbagai klaim yang muncul terkait vaksin Nusantara.

“Ini akan meluruskan berbagai klaim yang disampaikan yang saya kira akan mempengaruhi masyarakat juga dalam mengambil keputusan bahwa itu memang produk impor,” katanya.

Dalam raker dengan Komisi IX, Kamis lalu, Penny mengatakan peneliti asing dalam pengembangan vaksin Nusantara berasal dari AIVITA Biomedical, Amerika Serikat (AS). Sedangkan, peneliti dari RSUP dr. Kariadi tidak ikut serta dalam uji klinis fase I, namun hanya mengikuti training, menonton saja, bukan melakukan langsung.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

KESEHATAN | 12 April 2021

KESEHATAN | 12 April 2021

KESEHATAN | 12 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#2
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#3
Gibran: 12 Pemudik Dikarantina di Solo

#4
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#5
Viral Video Iring-Iringan Rombongan Jokowi Mudik, Ini Penjelasan Istana

#6
Penentuan 1 Syawal 1442 H, Ini Penjelasan BMKG

#7
Pemudik Motor Tak Terbendung, Penyekatan di Kedungwaringin Bekasi Buka Tutup

#8
Ulama India Imbau Buka Masjid dan Sekolah untuk Pasien Covid-19

#9
Polisi: Teroris MIT Ali Kalora Penggal 2 Warga Sipil di Poso

#10
4.942 Anak di Sumatera Barat Terpapar Covid-19

TERKINI


BOLA | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

HIBURAN | 11 Mei 2021

GAYA HIDUP | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021