Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Doni Monardo: Masyarakat Abai Prokes karena Masih Tak Percaya Ada Penyakit Covid-19

Rabu, 5 Mei 2021 | 12:13 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Ilustrasi wisatawan yang mengabaikan protokol kesehatan.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, masih adanya masyarakat yang tidak disiplin atau abai terhadap protokol kesehatan (prokes) seperti yang terjadi pada kerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta pada pekan lalu, karena masih banyak orang yang tidak percaya ada penyakit Covid-19.

Hal tersebut, lanjut Doni Monardo, berdasarkan survei dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, terdapat 17% masyarakat yang tidak percaya ada penyakit Covid -19.

Advertisement

“Ini masalah karena 17% dari 270 juta warga negara kita itu, puluhan juta orang yang masih belum percaya (ada) Covid-19. Padahal Covid-19 ini sudah membunuh jutaan orang di seluruh dunia, dan negara kita juga sudah sangat banyak yang menjadi korban,” kata Doni pada acara FMB9 yang digelar secara virtual dan bertajuk “Jaga Keluarga, Tidak Mudik” pada Rabu (5/5/2021).

Doni Monardo menyebutkan, masyarakat harus mengetahui, Covid-19 tidak ditulari oleh hewan tetapi oleh manusia. Dalam hal ini, membatasi jarak sosial merupakan langkah yang paling efektif untuk terhindar dari Covid-19. “Ini yang masih belum optimal, ini bukan hanya di Indonesia, tetapi di negara negara maju pun masih banyak yang tidak percaya Covid-19,” ucapnya.

Menurut Doni, masih banyak masyarakat tidak percaya adanya penyakit Covid-19 ini karena masalah pengetahuan dan keyakinan masyarakat, sehingga meski sering disampaikan tentang bahaya Covid-19 tetap tidak percaya. Masyarakat lebih percaya Covid-19 adalah konspirasi dan rekayasa yang tidak membahayakan. Padahal, faktanya, Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

Lanjut Doni, hanya saja yang diketahui selama ini, yang diserang kelompok muda usia dibawah 46 tahun mereka menjadi orang tanpa gejala (OTG), tetapi mereka bisa menulari yang lain.

Dalam hal ini, apabila yang lain ini adalah kelompok rentan yang usia di atas 47 tahun ada komorbid, maka risiko sangat tinggi bisa sangat fatal. Apalagi yang sudah di atas 60 tahun dan punya komorbid.

Adapun persentase kematian, mereka yang terpapar Covid-19 dan lantas meninggal dunia, itu 85% itu adalah usia 47 tahun. Oleh karena itu, Doni menegaskan, harus ada upaya bersama dari seluruh pihak untuk mengingatkan seluruh orang agar betul-betul disiplin. Pasalnya, disiplin untuk diri sendiri saja tidak cukup, tetapi disiplin harus komunal dan kolektif.

“Saya adalah orang yang sangat disiplin, saya berani mengklaim diri saya disiplin karena nyaris saya tidak pernah melepas masker di tempat publik dan di kantor pun saya selalu menggunakan masker, bahkan saya pun dalam berbagai kesempatan tidurpun pakai masker. Tetapi ternyata juga bisa kena Covid-19. Saya terpapar ketika saya mengendalikan gempa bumi di Sulawesi Barat,” ucapnya.

Oleh karena itu, Doni menegaskan, tidak ada jaminan orang yang sangat disiplin bisa ditulari oleh orang- orang disekitarnya tanpa gejala baik melalui kontak secara langsung dengan jarak dekat atau lewat benda lainnya dari gelas, piring, garpu, dan senduk. Pasalnya, barang-barang tersebut tersentuh oleh mereka yang positif Covid-19 atau saat berpergian menggunakan transportasi umum di bus atau terminal. Semua orang berpotensi terpapar Covid-19 lewat droplet.

“Jadi kita terpapar Covid-19 itu banyak sumbernya tidak hanya dari pertemuan fisik,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 5 Mei 2021

KESEHATAN | 5 Mei 2021

KESEHATAN | 5 Mei 2021

KESEHATAN | 5 Mei 2021

KESEHATAN | 4 Mei 2021

KESEHATAN | 4 Mei 2021

KESEHATAN | 4 Mei 2021

KESEHATAN | 4 Mei 2021

KESEHATAN | 4 Mei 2021

KESEHATAN | 4 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Satgas Covid-19 Kota Bekasi Menandai Rumah Warga Jalani Isolasi Mandiri

#2
Ini Perbedaan Tempat Tidur Isolasi dan Intensif bagi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

#3
Israel Kembali Gempur Gaza Balas Balon Api dari Palestina

#4
3 Dosen UNS Meninggal Akibat Covid-19, Jamal Wiwoho: Mereka Dosen Terbaik

#5
Fuad Alkhar Meninggal karena Positif Covid-19

#6
90% Nakes Kudus yang Dilindungi Vaksin Sembuh dari Covid-19

#7
Kasus Wanaartha, Saksi Ahli: Barang Bukti Milik Pemegang Polis

#8
Watubun: Tak Benar PDIP Bolehkan Ganjar Maju Pilpres dari Parpol Lain

#9
Keberadaan Covid-19 Varian Delta Ancam Keselamatan Manusia

#10
Kemkes: Pasien Terinfeksi Varian Baru Tidak Memiliki Gejala Khusus

TERKINI


BOLA | 19 Juni 2021

BOLA | 19 Juni 2021

NASIONAL | 19 Juni 2021

KESEHATAN | 19 Juni 2021

BOLA | 19 Juni 2021

NASIONAL | 19 Juni 2021

HIBURAN | 18 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 18 Juni 2021

BOLA | 18 Juni 2021

NASIONAL | 18 Juni 2021