Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Satgas Covid-19: Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Ditutup

Selasa, 11 Mei 2021 | 15:43 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / IDS
Ilustrasi wisatawan yang mengabaikan protokol kesehatan.

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyatakan, tempat wisata di zona merah dan oranye akan ditutup.

Hal ini berdasarkan hasil rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan Lebaran 2021 selama pandemi Covid-19. Salah satu keputusannya adalah tempat wisata di zona merah dan oranye dilarang beroperasi selama libur Lebaran.

Advertisement

"Pemerintah meminta TNI Polri tetap tegas dan konsisten dalam menegakkan kebijakan ini sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Wiku saat konferensi pers virtual yang juga disiarkan lewat YouTube BNPB dan Sekretariat Presiden, Selasa (11/5/2021).

Sementara, lanjut dia, tempat wisata yang berlokasi di zona kuning dan hijau diizinkan beroperasi dengan pembatasan maksimal 50% dari kapasitas. Hal ini merupakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Covid-19 yang terkendali sekaligus pemulihan ekonomi.

Wiku meminta pengelola tempat wisata di zona kuning dan hijau agar senantiasa berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. Ia menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan harus ketat di tempat wisata.

"Saya meminta pengelola wisata di zona kuning dan hijau untuk berkoordinasi dengan Satgas di daerah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan oleh pengunjung," jelasnya.

Wiku juga meminta kepada kepala daerah dan satgas di daerah untuk melakukan sosialisasi yang baik kepada masyarakat terkait pelaksanaan ibadah saat Hari Raya Idulfitri seperti takbiran, salat Id, dan halal bihalal.

"Kegiatan takbiran tidak boleh dilakukan secara keliling. Takbiran hanya boleh dilaksanakan di masjid dengan kapasitas terbatas," tegasnya.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 7 tahun 2021 bahwa kegiatan takbiran hanya dapat dilaksanakan di masjid secara terbatas dengan maksimal 10% dari kapasitas masjid dan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Mengenai pelaksanaan salat Idulfitri, pemerintah meminta warga untuk melaksanakan salat di rumah kepada masyarakat di zona merah dan oranye. Sementara, zona hijau dan kuning boleh dilaksanakan di masjid atau lapangan dengan kapasitas terbatas.

"Sementara pelaksanaan Idulfitri di daerah zona merah dan oranye agar dilakukan di rumah. Sedangkan daerah di zona kuning dan hijau dapat dilakukan di masjid dan lapangan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan maksimal jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari total kapasitas masjid dan lapangan," tutup dia.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 11 Mei 2021

KESEHATAN | 11 Mei 2021

KESEHATAN | 11 Mei 2021

KESEHATAN | 10 Mei 2021

KESEHATAN | 10 Mei 2021

KESEHATAN | 10 Mei 2021

KESEHATAN | 10 Mei 2021

KESEHATAN | 10 Mei 2021

KESEHATAN | 10 Mei 2021

KESEHATAN | 10 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kenaikan Kasus Positif di Kabupaten Bekasi Capai 500%

#2
Kabar Duka, Legenda Bulutangkis Markis Kido Meninggal Dunia

#3
Mendadak, Pangdam Jaya, Kapolda Metro, dan Kajati Sambangi Kantor Anies

#4
Markis Kido Tak Sadarkan Diri Saat Baru Bermain Setengah Gim

#5
Ini Gol Indah Messi ke Gawang Cile di Copa America

#6
Peserta SBMPTN dengan Nilai Tertinggi Diterima di Hukum UGM dan Teknik Kimia UI

#7
Kasus Pungli, Pengawas Operator Crane Sempat Instruksikan Hilangkan Barang Bukti

#8
Lawan Prancis, Neuer: Jerman Juga Tim Unggulan

#9
Ada 12.715 Kursi Kosong di SBMPTN 2021, Mayoritas di Daerah 3T

#10
Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter Tirta

TERKINI


NASIONAL | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

BOLA | 15 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

DUNIA | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021