Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Ahli: 90% Kejadian Kanker karena Environment

Selasa, 15 Juni 2021 | 23:29 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof dr Aru Wisaksono Sudoyo, menerima donasi Natur Hair Care, melalui program Share and Care untuk pembuatan rambut palsu bagi penderita kanker.

Jakarta, Beritasatu.com - Melansir data Global Burden of Cancer Study (Globocan), kasus penyakit kanker di Indonesia terdapat 18,1 juta kasus dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dengan kasus kematian 9,6 juta. Angka ini membuat Indonesia berada di urutan ke-8 kasus penyakit kanker di Asia Tenggara.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemkes), kasus kanker terbanyak adalah kanker paru, kanker hati, kanker payudara dan kanker leher rahim.

Advertisement

Kalangan penderita kanker biasanya menjalani kemoterapi. Adapun salah satu efek samping dari cara pengobatan kemoterapi adalah kerontokan rambut.

Advertisement

Kerontokan rambut terjadi tergantung pada dosis atau jenis kemoterapi yang didapat. Hal ini menjadi kepedulian bagi brand perawatan rambut, Natur Hair Care, yang menggalang donasi untuk penderita kanker.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof dr Aru Wisaksono Sudoyo, mengatakan, dengan canggihnya teknologi saat ini, donasi bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah dengan #ShareandCare.

"Kami berterima-kasih atas kerja sama yang sudah berlangsung ini. Hal ini menjadi bentuk kepedulian bagi anak-anak milenial terhadap pasien kanker di Indonesia,” ujar Prof Aru Wisaksono Sudoyo, di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Prof Aru menjelaskan, kanker tidak hanya ada satu macam saja tetapi juga ada berbagai macam. "Sebanyak 90% kejadian kanker itu karena environment, sedangkan keturunan hanya 10%. Faktornya dari kebiasaan dan pola hidup,” tambahnya.

Humas Yayasan Kanker Indonesia, Pratiwi Astar menambahkan, kanker dampaknya bukan hari ini kena dan besok langsung sakit, tetapi adalah sebuah kebiasaan yang terbentuk akibat pola hidup 10-15 tahun. "Apa yang kita konsumsi, polusi dan banyak faktor lainnya jadi penyebab timbulnya kanker,” ujar Pratiwi.

YKI juga mengajak anak-anak muda untuk mulai aware dengan kanker sejak dini. Mulai dengan gaya hidup yang Natural, mengurangi makan-makanan instan dan berolahraga secara rutin.

"Selain itu, YKI juga mengajak anak-anak muda bisa mulai membantu para penderita kanker di Indonesia dengan aktif membantu program-program yang dijalankan oleh YKI," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021

KESEHATAN | 16 September 2021

KESEHATAN | 16 September 2021

KESEHATAN | 16 September 2021

KESEHATAN | 16 September 2021

KESEHATAN | 16 September 2021

KESEHATAN | 16 September 2021

KESEHATAN | 16 September 2021

KESEHATAN | 16 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

#10
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

TERKINI


KESEHATAN | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

OLAHRAGA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021