Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemkes: Vaksin Gotong Royong Tak Boleh Sama dengan Vaksin Program Pemerintah

Rabu, 16 Juni 2021 | 12:42 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / LES
Siti Nadia Tarmizi.

Jakarta, Beriatasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, berdasarkan Permenkes Nomor 18 Tahun 2021, pemberian vaksin untuk program pemerintah tidak boleh sama jenis atau merk vaksin yang digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

“Artinya vaksin Sinovac atau CoronaVac, kemudian vaksin Astrazeneca kemudian vaksin Novovax, dan vaksin Pfizer itu tidak akan digunakan dalam vaksinasi Gotong Royong, ini yang kita pahami,” kata Nadia pada dialog virtual bertajuk “ Siap Jaga Indonesia Dengan Vaksin Gotong Royong” Rabu (16/6/2021).

Advertisement

Nadia menjelaskan, pada Permenkes Nomor 18 Tahun 2021 disebutkan, jenis vaksin yang sifatnya hibah atau bantuan dari negara maupun dari institusi atau organisasi yang jenisnya sama dengan vaksin yang digunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong itu dapat digunakan dalam vaksinasi program pemerintahan.

Dalam hal ini, Nadia menjelaskan, apabila Indonesia menerima bantuan atau hibah vaksin dari negara atau organisasi internasional dan kebetulan merknya sama. Contohnya yang terjadi saat ini, Indonesia sudah menerima vaksin Sinopharm dari negara Uni Emirat Arab (UEA). Tentu vaksin tersebut bukan beli dan merupakan sumbangan dari negara UEA maka vaksin tersebut dapat digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.

Meskipun vaksin Sinopharm digunakan dalam Vaksin Gotong Royong

“Jadi memungkinkan vaksinasi program pemerintah menggunakan merek yang sama dikarenakan merk tersebut adalah sumbangan atau hibah. Akan tetapi, tidak sebaliknya merk vaksin yang ada di dalam program pemerintah itu tidak boleh digunakan di dalam Vaksinasi Gotong Royong,” ucapnya.

Selanjutnya Nadia menyebutkan, sejak awal program vaksinasi, pemerintah akan memberikan vaksin gratis kepada 181,5 juta sasaran untuk membentuk kekebalan kelompok di Indonesia. Namun, atas usulan dari dunia usaha untuk membantu program pemerintah, sehingga adanya skema vaksinasi Gotong Royong.

Adanya vaksinasi Gotong Royong ini, Nadia menyebutkan, skema vaksinasi yang dijalankan saat ini ada 2 yakni vaksinasi melalui program pemerintah dan Gotong Royong. “Kedua-duanya artinya untuk si penerima vaksin tidak dibebankan biaya apapun,” ucapnya.

Nadia menyebutkan, vaksinasi program pemerintah dibiayai melalui anggaran negara, tetapi untuk Vaksinasi Gotong Royong akan dibiayai oleh perusahan, badan hukum atau badan usaha termasuk UMKM yang akan membelikan vaksin dan biaya penyuntikan tersebut dibayarkan oleh perusahan.

“Jadi enggak boleh ada beban pembiayaan kepada para penerima vaksin,” ucapnya.

Nadia menegaskan, kedua mekanisme tersebut bertujuan untuk mempercepat dan memperbanyak orang mendapatkan vaksinasi sehingga setiap individu akan mendapatkan kekebalan untuk dirinya sendiri dan kelompok.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 16 Juni 2021

KESEHATAN | 16 Juni 2021

KESEHATAN | 16 Juni 2021

KESEHATAN | 16 Juni 2021

KESEHATAN | 16 Juni 2021

KESEHATAN | 16 Juni 2021

KESEHATAN | 16 Juni 2021

KESEHATAN | 15 Juni 2021

KESEHATAN | 15 Juni 2021

KESEHATAN | 15 Juni 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio Harus Diketahui Sumber Dananya

#2
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#3
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#4
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#5
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#6
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Olimpiade Tokyo: Bikin Tegang, Marcus/Kevin Akhirnya Terhenti di Perempat Final

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Tersingkir, Kento Momota Sulit Terima Kenyataan

TERKINI


MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

DIGITAL | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021