Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Disiplin 5M, Cegah Klaster Covid-19 di Lingkungan Keluarga

Selasa, 29 Juni 2021 | 20:37 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / FER
Warga beraktivitas tanpa menggunakan masker di Jakarta, Selasa, 8 September 2020.

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Erna Mulati mengatakan, guna mencegah penularan virus Covid-19 pada klaster keluarga, disiplin protokol kesehatan adalah salah satu kuncinya.

Dikatakan, keluarga adalah senjata yang paling penting untuk memperkuat melawan virus corona. Keluarga yang tangguh dalam disiplin melaksanakan protokol kesehatan akan minim tertular Covid-19.

Advertisement

"Jika keluarga memiliki pengetahuan, budaya dan juga sadar akan protokol kesehatan, ini akan melindungi seluruh anggota keluarga dan juga orang lain disekitarnya," ujar Erna pada Seminar Nasional Membangun Ketangguhan Keluarga: Membentuk Inisiatif dan Dukungan Kesehatan Jiwa secara virtual yang disiarkan Youtube BNPB Indonesia, Selasa (29/6/2021).

Diaktakan pada 27 Juni kemarin, yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 21.342 kasus. Angka itu adalah rekor tertinggi di Indonesia sejak awal pandemi.

Untuk membuat situasi ini segera berakhir, lapisan lingkungan yang paling dekat adalah keluarga. Jika dari keluarga tidak mempunyai perlindungan yang kuat, maka semakin banyak kasus di Indonesia.

Oleh karena itu, seluruh anggota keluarga wajib disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Aturan itu adalah mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman minimal 2 meter, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Jadi jangan cuma si ayah yang cuci tangan dengan sabun. Tapi si ibu dengan tenangnya habis ngobrol dengan tetangga, ke warung, dan lain-lainnya, ketika pulang ke rumah tidak cuci tangan dengan sabun," urai dia.

Keluarga juga harus patuhi 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Diakui hal ini perlu disosialisasikan kepada seluruh anggota keluarga. Ini karena selalu ada kemungkinan salah satu anggota keluarga terpapar Covid-19.

"Karena sampai sekarang pun masih banyak masyarakat kita yang takut untuk dilakukan tes swab. Mereka saking ketakutannya menolak untuk dilakukan swab," tegasnya.

"Paling terakhir adalah jangan sampai kelewatan untuk vaksinasi. Dengan vaksinasi, akan melindungi anak dan lansia yang rentan pada virus Covid-19. Paling penting 5M, 3T, dan vaksin. Itu jadi satu paket, tidak bisa terpisah-pisah dalam melindungi masyarakat kita," ungkap Erna.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 2 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Mensesneg: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet

#2
Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

#3
Az Zikra Sentul Tolak Dijadikan Tempat Reuni 212

#4
Minions Lewati Ganda Taiwan Lee/Wang

#5
Dituding Tidak Menghargai MPR, Ini Jawaban Sri Mulyani

#6
Pembatasan Mudik Nataru, 4 Ruas Tol Terapkan Ganjil Genap

#7
Kota Termahal di Dunia 2021, Posisi Paris Tergeser

#8
Cegah Omicron, Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

#9
BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Taklukkan Unggulan 1

#10
PA 212 Ngotot Reuni di Patung Kuda, Polisi Tak Beri Izin

TERKINI


BERITA GRAFIK | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

DUNIA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021