Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Varian Delta Plus Diduga Penyebab Meningkatnya Kasus Covid-19 di Jambi

Rabu, 28 Juli 2021 | 21:56 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Ilustrasi Covid-19.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi, Nirwan Satria mengatakan, jumlah kasus aktif di Jambi mengalami peningkatan sejak 18 Juli 2021. Data harian yang biasa hanya berkisar di angka 100 kasus, saat ini capai 200 kasus per hari, bahkan pernah mencapai 442 kasus dalam sehari.

Menurutnya, peningkatan kasus ini diduga karena adanya varian Delta Plus yang tingkat penularannya sangat cepat. Hal ini berdasarkan data Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mulai terdeteksi varian Delta plus atau AY1 di Jambi dan Mamuju, Sulawesi Barat.

“Varian ini menambah masalah dengan tingkat kecepatan penularannya,” kata Nirwan pada konferensi pers daring Tim Mitigasi PB IDI tentang “Update kondisi dokter dan strategi upaya mitigasi di wilayah Sumatera", Rabu (28/7/2021).

Nirwan mengatakan, peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Rujukan Covid-19 di Jambi yang tingkat keterpakaiannya hingga 90%.

Dikatakan, RSUD Raden Mattaher merupakan rumah sakit (RS) terbesar di Provinsi Jambi. Berdasarkan data dipantau dari aplikasi Siranap Rumah Sakit terlihat keterisian isolasi tekanan negatif dari 81 tempat tidur yang kosong hanya 8 tempat tidur.

Sedangkan ICU tekanan negatif tanpa ventilator dari 12 tempat tidur yang kosong hanya satu. “Artinya apa, ini RS Raden Mattaher tempat tidurnya hampir penuh,” ucapnya.

Untuk melindungi anggota IDI, Nirwan mengatakan, melakukan deteksi dini. Dalam hal ini, Tim Mitigasi IDI Jambi bekerja sama dengan laboratorium pusat diagnostik di Universitas Andalas, Padang rutin melakukan swab kepada para tenaga kesehatan (nakes).

“Ini upaya kami supaya meminimalkan penyebaran dari pandemi Covid-19 ini,” ucapnya.

Ia juga berharap dengan tren peningkatan kasus di luar Pulau Jawa tidak membuat nakes kewalahan karena baik fasilitas, sumber daya manusia (SDM) nakes masih sangat terbatas dibandingkan dengan di Pulau Jawa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 26 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#2
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#3
Imbal Hasil SUN Diproyeksi Naik Dipengaruhi Sentimen Tapering The Fed

#4
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#5
Lamongan Dipilih Jadi Pilot Project Penanganan Kemiskinan Ekstrem Nasional

#6
Dua Ormas Bentrok di Perbatasan Cianjur-Sukabumi, Satu Tewas

#7
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#8
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#9
Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

#10
Luhut Jalani Pemeriksaan Terkait Laporannya soal Pencemaran Nama Baik

TERKINI


OLAHRAGA | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021