Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Honda Produksi Sepatu Navigasi untuk Pejalan Kaki

Minggu, 1 Agustus 2021 | 12:42 WIB
Oleh : BW
Sepatu navigasi buatan anak usaha Honda yang diperuntukkan bagi penyandang tunanetra.

Jakarta, Beritasatu.com - Honda Motor Co Ltd mendirikan Ashirase Inc, sebuah perusahaan baru yang dibentuk dari program penciptaan bisnis baru Honda, Ignition, dengan produk pertamanya berupa sepatu navigasi untuk pejalan kaki.

Ashirase saat ini sedang mengembangkan sistem navigasi dalam sepatu untuk mendukung tunanetra mencapai tujuan perjalanannya. Sistem yang dinamai Ashirase itu akan mulai dipasarkan akhir tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2023, kata Honda dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu (1/8/2021).

Advertisement

Ashirase adalah sistem navigasi yang terdiri dari aplikasi smartphone dan perangkat getaran tiga dimensi termasuk sensor gerak, yang terpasang di dalam sepatu.

Berdasarkan rute yang disetel dengan aplikasi, perangkat bergetar untuk menyediakan navigasi.

Advertisement

Ketika pengguna harus berjalan lurus, vibrator yang berada di bagian depan kaki bergetar, dan ketika pengguna mendekati belokan kanan atau kiri, vibrator di sisi kanan atau kiri bergetar untuk memberi tahu pengguna.

Navigasi yang disediakan oleh Ashirase memungkinkan pemahaman intuitif tentang rute, dan oleh karena itu pengguna tidak harus selalu memperhatikan arah, yang memungkinkan pengguna untuk berjalan lebih aman dan dengan kondisi pikiran yang lebih santai.

Navigasi disediakan melalui getaran pada kaki, sehingga tidak mengganggu tangan pengguna yang memegang tongkat, atau telinga yang digunakan untuk mendengarkan suara sekitar. Vibrator terletak sejajar dengan lapisan saraf kaki, sehingga mudah untuk merasakan getaran.

Di Jepang, jumlah orang dengan gangguan penglihatan termasuk low vision diperkirakan mencapai 1,64 juta pada 2007, dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi hampir 2 juta pada 2030.

Orang-orang tunanetra terus-menerus memeriksa keselamatan mereka dan rute ke tujuan ketika mereka berjalan sendirian. Namun, karena mereka diharuskan menggunakan semua indera yang tersisa untuk memperoleh informasi untuk mengimbangi penglihatan mereka yang terbatas, agaknya tidak dapat dihindari bahwa mereka tidak akan dapat memberikan perhatian yang menyeluruh dan menghadapi masalah fungsional seperti "tersesat" atau "terjatuh ke dalam situasi yang tidak aman."



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 19 September 2021

KESEHATAN | 19 September 2021

KESEHATAN | 19 September 2021

KESEHATAN | 19 September 2021

KESEHATAN | 19 September 2021

KESEHATAN | 18 September 2021

KESEHATAN | 18 September 2021

KESEHATAN | 18 September 2021

KESEHATAN | 18 September 2021

KESEHATAN | 18 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Myanmar Memanas, Pasukan Militer Junta Diserang Bom

#2
Polisi Buru 4 Anggota Mujahidin Indonesia Timur yang Masih Buron

#3
Menang Telak, Inter Pimpin Klasemen Serie A

#4
Liga 1: Beckham Dua Gol, Persib Gagal Taklukkan 10 Pemain Bali United

#5
Diduga Aniaya M Kece, Ini Jejak Irjen Napoleon Bonaparte di Skandal Djoko Tjandra

#6
Tembak Mati Ali Kalora, Satgas Madago Raya Sita Senpi M16 dan Bom Tarik

#7
Survei: Elektabilitas PDIP-PSI Unggul di DKI, PKS Terancam

#8
Ahli Pengobatan Alternatif Tewas Ditembak di Tangerang, Polisi Periksa Proyektil dan CCTV

#9
Susunan Pemain West Ham vs MU

#10
84.000 Warga Tangerang Selatan Jadi Pengangguran

TERKINI


DIGITAL | 19 September 2021

BOLA | 19 September 2021

OLAHRAGA | 19 September 2021

BOLA | 19 September 2021

DIGITAL | 19 September 2021

BOLA | 19 September 2021

NASIONAL | 19 September 2021

NASIONAL | 19 September 2021

EKONOMI | 19 September 2021

POLITIK | 19 September 2021