Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Jumlah Peserta Aktif BPJS Kesehatan Menurun Akibat Pandemi

Kamis, 16 September 2021 | 16:49 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Anggota DJSN dari unsur pemerintah Mohamad Subuh, dan Ketua Dewan pengawas BPJS Kesehatan Ahmad Yurianto dalam konferensi pers usai acara Serah Terima Keputusan Presiden Nomor 37/P Tahun 2021, di Hotel Shangrila Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Jakarta, Beritasatu.com- Ketua Dewan Pengawas Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam hal ini, jumlah peserta aktif Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan mengalami penurunan.

“Ada kecenderungan bahwa peserta aktif artinya yang memenuhi kewajiban membayar premi semakin menurun. Artinya yang tidak aktif cenderung untuk bertambah,” kata Yuri pada Rapat Kerja dengan Komisi IX, di Gedung DPR, Kamis (16/9/2021).

Yuri menyebutkan, kondisi ini karena banyak yang kehilangan pekerjaan. Selain itu, ada yang tulang punggung ekonomi keluarganya menjadi korban dan meninggal karena penyakit Covid-19, sehingga ada yang menjadi yatim bahkan yaitu piatu.

Dikatakannya, hal ini menjadi permasalahan dalam kaitan dengan kesinambungan dalam pembayaran premi. Oleh karena itu, Yuri mengimbau jajaran Direksi BPJS Kesehatan agar berkoordinasi aktif dengan kementerian terkait dalam upaya memaksimalkan pemenuhan peserta terutama segmen penerima bantuan iuran (PBI), sehingga negara tetap hadir memberikan jaminan pelayanan terhadap mereka.

Selain itu, Yuri juga berharap agar Direksi BPJS Kesehatan melakukan upaya alternatif dalam penyesuaian iuran bagi pekerja bukan penerima upah (PBPU) yang tidak memiliki kemampuan membayar iuran karena terdampak pandemi Covid-19.

“Memberikan perhatian khusus dalam inovasi sebagai upaya meningkatkan keaktifan peserta. Ini menjadi sesuatu yang harus betul-betul kita cermati karena pandemi ini masih akan berjalan untuk beberapa saat ke depan,” ucapnya.

Menurutnya, harus ada strategi yang tajam dalam kaitan dengan perluasan kepesertaan untuk mencapai target-target jaminan kesehatan universal.

Selain itu, Yuri juga mendorong BPJS Kesehatan melakukan evaluasi terkait dengan penurunan kepesertaan JKN.

“Kami menginginkan bahwa dilakukan evaluasi yang mendalam kemudian perbaikan-perbaikan yang maksimal pada aplikasi-aplikasi online yang merupakan salah satu solusi terbaik dalam kaitan dengan pemenuhan layanan,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Ini Daftar Smartphone yang Tidak Lagi Bisa Akses WhatsApp Mulai 1 November

#3
Pengamat: Naik Pesawat Wajib Tes PCR Bebani Calon Penumpang dan Maskapai

#4
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#5
Liga Champions: Bungkam Zenit, Juventus Sapu Bersih Kemenangan

#6
Lima Wakil Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Denmark Terbuka

#7
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#8
Satgas Terbitkan Surat Edaran Wajib Tes PCR Naik Pesawat dari dan ke Jawa-Bali

#9
Liga Champions: Tertinggal Dua Gol, MU Bangkit dan Menang Berkat Ronaldo

#10
Calon Mahasiswa dari Indonesia Makin Tertarik Kuliah di Tiongkok

TERKINI


OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DIGITAL | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021