Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Menkes Akui Banyak Hoax Terkait Klaster Covid di Sekolah

Senin, 27 September 2021 | 19:25 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM
Budi Gunadi Sadikin.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui, akhir-akhir ini banyak beredar hoax atau berita bohong yang menyesatkan beredar terkait klaster Covid-19 di sekolah. Hal ini terjadi setelah pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan.

Menkes sendiri memastikan bahwa Covid-19 saat ini terkendali. Ia menekankan tidak terjadi atau membantah adanya klaster-klaster baru akibat sekolah memulai tatap muka.

"Jadi kalau kemarin banyak diskusi atau beredar klasternya banyak, sebenarnya tidak demikian. Kami menyampaikan datanya secara transparan. Hoax klaster banyak, tidak seperti demikian. Sesudah tatap muka dijalankan kita melakukan sampling besar di Jakarta dan Semarang," kata Budi Gunadi dalam konferensi pers update PPKM, Senin (27/9/2021).

Budi Gunadi menjelaskan bahwa pemerintah melakukan sampling surveilans Covid-19 atau 3T yaitu testing, tracing, dan treatment untuk mendeteksi penyebaran virus khususnya dalam aktivitas belajar mengajar. Hal ini juga sebagai evaluasi pembelajaran tatap muka. Dilakukan random sampling.

"Di Jakarta misalnya, result-nya angkanya kecil-kecil dan bukan klaster. Nah ini kita buat risk management," tegasnya.

Ia menjelaskan, pengambilan surveilans dilakukan dengan cara mengambil sampel atau contoh di sejumlah sekolah yang melakukan PTM. "Dari 10% itu kita bagi alokasinya berdasarkan kecamatan. Jadi, kecamatan mana yang lebih banyak sekolahnya otomatis dia yang lebih banyak," tegas Budi.

Nantinya, jika ada sekolah yang positivity rate-nya lebih dari 5% maka mereka diharuskan untuk melakukan pembelajaran secara daring selama 14 hari dan penerapan protokol kesehatan akan ditelaah kembali.

"Jadi dengan demikian kita memastikan surveilans itu kita lakukan di level yang paling kecil. Kalau ada kemungkinan outbreak meledak di sana, ya kita kuncinya satu sekolah aja. Sekolah lain yang kebetulan bagus ya tetap jalan," ungkap Budi.

Cara semacam ini, lanjut Menkes, juga akan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sehingga, hidup baru di tengah pandemi Covid-19 bisa dilakukan.

"Dengan demikian semua aktivitas kehidupan kita mau itu pembelajaran, bekerja, transportasi, wisata, keagamaan terutama kita harus memiliki prokes yang baik dan surveilans yang baik," katanya

Belakangan memang ramai pemberitaan mengenai adanya 25 klaster Covid-19 yang ditemukan selama PTM terbatas di Jakarta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#3
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#4
Aipda Ambarita, dari Bekerja di Perusahaan Cat hingga Jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat Jalanan

#5
Denmark Terbuka: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Perempat Final, Jojo Hadapi Momota

#6
Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

#7
Kereta Cepat Dinilai Tingkatkan Daya Saing Indonesia

#8
FSP Hadirkan Software Auto Trading Kripto

#9
Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

#10
Jalin Kerja Sama dengan Blitar dan Gorontalo, Anies Ingin Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

TERKINI


MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

GAYA HIDUP | 22 Oktober 2021

OTOMOTIF | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021