Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pemerintah Perketat Kedatangan WNA dari Negara Potensi Penularan Tinggi

Senin, 27 September 2021 | 20:19 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WM
Luhut Binsar Pandjaitan.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintahan tetap melakukan pengetatan kedatangan bagi warga negara asing (WNA) yang datang atau berasal dari negara yang memiliki potensi penularan Covid-19 tinggi.

“Saya ingin tambahkan saja, bahwa kedatangan orang asing juga kami lakukan pengetatan untuk orang-orang dari daerah-daerah yang kita anggap punya kecenderungan (penularan) tinggi atau level 4 istilah kita,” kata Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan pers terkait hasil rapat terbatas (ratas) PPKM bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Senin (27/9/2021).

Menurut Luhut terdapat beberapa negara yang memiliki potensi penularan Covid-19 tinggi, yaitu Amerika Serikat dan Turki.

“Itu juga dalam kategori cukup tinggi. Namun proses karantina yang selama ini 8 hari tetap kita lakukan. Karena dari hasil epidemiolog, itu 2 hari sudah kelihatan reaksi kalau dia kena varian delta ini. Jadi kita masih cukup oke mengenai itu,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Pemerintah juga melakukan pengetatan terhadap WNA dari Arab Saudi, meski masuk dalam kategori negara yang tingkat penularannya rendah.

“Dari Saudi Arabia juga tingkat di sana kan rendah, jadi didalam perjalanan kena, itu langsung kita bawa di karantina. Jadi sekarang tidak diperiksa di airport, tetapi langsung di karantina,” terang Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu, lanjut Luhut, pemerintah juga mengatur kedatangan penerbangan dari luar negeri agar tidak terjadi penumpukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari berbagai kejadian yang tidak terduga lainnya yang berpotensi menularkan Covid-19.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#3
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#4
Aipda Ambarita, dari Bekerja di Perusahaan Cat hingga Jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat Jalanan

#5
Denmark Terbuka: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Perempat Final, Jojo Hadapi Momota

#6
Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

#7
Kereta Cepat Dinilai Tingkatkan Daya Saing Indonesia

#8
FSP Hadirkan Software Auto Trading Kripto

#9
Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

#10
Jalin Kerja Sama dengan Blitar dan Gorontalo, Anies Ingin Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

TERKINI


EKONOMI | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

GAYA HIDUP | 22 Oktober 2021

OTOMOTIF | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021