Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Desember, Satgas: Perlu Pengetatan Aktivitas

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:51 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM
Ambulans membawa pasien terinfeksi Covid-19.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting menyatakan perlu ada pengetatan aktivitas dan penertiban mobilitas pada Desember 2021 hingga Januari 2022, yakni pada momentum libur akhir tahun terkait perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengetatan ini menyusul ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang sangat berpotensi terjadi musim libur akhir tahun ini.

Advertisement

"Harus ada penertiban mobilitas yang datang dari dalam maupun luar negeri. Ini penting dalam rangka mencegah supaya tidak terjadinya transmisi. Aktivitas jelang akhir tahun pun harus disertai disiplin protokol kesehatan (prokes) dan kehati-hatian," katanya dalam Dialog Produktif Forum Merdeka Barat 9-KPCPEN, Selasa (19/10/2021).

Diakui dengan banyak transmisi, maka semakin banyak penularan, semakin banyak akan terjadi mutasi. Jadi oleh karena itu yang dari luar bisa dicegah dan pemerintah sudah mengatur dimana pintu-pintu masuk baik untuk udara, laut, dan darat.

Terkait dengan mobilitas dalam negeri, pemerintah juga sudah mengatur dengan menggunakan PCR test dan swab antigen untuk dapat menjalani mobilitas. Tidak hanya itu, menurutnya pemerintah harus memperkuat pemda dalam menanggulangi Covid-19.

"Pemda dari mulai kabupaten kota dan sampai ke desa dan kelurahan ini menjadi basis di dalam kita penanggulangan Covid-19. Oleh karena itu, posko PPKM di tingkat desa dan kelurahan bersama satgas-satgas di desa dan di Kelurahan ini harus terus-menerus bekerja," katanya.

Menurutnya perlu penguatan peran pemerintah daerah hingga desa dan kelurahan, serta penggunaan aplikasi digital untuk filtrasi harus dilakukan secara terintegrasi guna mempertahankan pencapaian yang telah didapatkan.

“Ini jadi tugas bersama. Masyarakat bukan semata-mata sebagai objek melainkan subjek yang harus berjuang bersama. Jadi ini adalah perjuangan semesta melawan bencana biologis berupa virus,” papar Alexander.

Selain itu cakupan vaksinasi harus terus dikejar sebelum libur akhir tahun, agar jangan sampai ada kelompok rentan yang tertinggal upaya ini. Menurutnya vaksinasi harus merata didapatkan terlebih lansia dan penyandang disabilitas tidak boleh tertinggal dalam program ini.

"Seperti lansia jangan ketinggalan oleh karena dia sudah lansia sehingga punya kelambatan di dalam registrasi dan untuk antrian. Demikian juga mereka yang disabilitas, ini juga harus tetap menjadi sasaran kita pencapaian kita dan vaksinasi juga untuk mereka yang akan sekolah ini juga harus bisa sampai dengan cepat," tuturnya.

Menurutnya, sebagai upaya mengendalikan pandemi menjadi endemi, terdapat 2 gerakan yang dapat dilakukan. Gerakan defensif berupa ikhtiar menurunkan laju penularan, serta gerakan ofensif yakni meningkatkan kapasitas respons melalui penguatan 3T (testing, tracing, treatment).

Untuk itu, gerakan maskerisasi agar masyarakat terus memakai masker dengan benar, harus tetap digaungkan dan tidak boleh berhenti. Meski secara umum penyebaran dan penanganan terkendali, pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus Covid-19 di seluruh pelosok. Ancaman virus yang dirasa masih akan terjadi beberapa waktu ke depan, menjadikan berbagai strategi dilakukan dengan matang.

Memasuki masa transisi Covid-19 dari pandemi menjadi endemi, pemerintah pun menguatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari hulu ke hilir. Percepatan vaksinasi, tetap menjaga disiplin protokol kesehatan (prokes), penguatan 3T, serta pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat secara luas, terus digencarkan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Suprapto menjelaskan terdapat tiga tahapan pandemi Covid-19 menuju endemi.

Pada tahap persiapan, upaya preventif dikatakannya harus dikuatkan. Misalnya perilaku prokes yang sudah melekat atau tertanam (embed), vaksinasi lebih dari 70%, serta penggencaran 3T oleh petugas-petugas yang kompeten. Kemudian tahap transisi, di mana jumlah kasus terkendali dan angka kematian dapat ditekan.

“Pada tahap ini, kehidupan kita masuk grey area (area abu-abu, tidak pasti), semua demi menjaga Prokes dan hidup berdampingan dengan Covid-19,” ujar Agus.

Ketiga adalah tahap endemi yakni setelah semua terkontrol dan harapannya, semua jadi lebih baik. Endemi, menurutnya, tidak hanya untuk Indonesia, namun juga dunia internasional.

Ia mengatakan, dengan persiapan dan transisi yang baik, maka dapat bersama-sama dan serentak menuju ke tahap tersebut. Agus optimis, bila angka kasus semakin turun, tidak terjadi gelombang ketiga pada akhir tahun, serta situasi tetap terkendali seperti saat ini, maka tahun depan ekonomi dapat pulih dan tumbuh di atas 5%.

“Saat ini, kita harus terus bangun suasana optimistis. Virus ini menguji endurance (ketahanan) kita semua untuk tetap disiplin prokes. Masyarakat memang harus selalu diingatkan bahwa meski Covid-19 telah melandai, tetapi pandemi belum selesai. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat, bukan berarti ada pelonggaran pada prokes," tutup dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
2.450 Orang Terjaring Razia Vaksinasi Covid-19 di Bogor

#2
Jadwal Final Indonesia Terbuka, 2 Wakil Tuan Rumah Tampil

#3
Sembunyi di Roda Pesawat, Pria Guatemala Tiba di Miami

#4
Antisipasi Omicron, Luhut: Masa Karantina 7 Hari

#5
Cegah Omicron, Indonesia Larang Pendatang dari 8 Negara

#6
Marcus/Kevin Sabet Juara Indonesia Terbuka 3 Kali Beruntun

#7
Tuan Rumah Rebut 1 Gelar, Ini Daftar Juara Indonesia Terbuka

#8
Kronologi Satgas Nemangkawi Bekuk Pentolan KKB

#9
Tetap Waspada, Begini Situasi Kasus Covid-19 di Jakarta

#10
Erick Thohir Terima Baret Anggota Kehormatan GP Ansor

TERKINI


NASIONAL | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021

MEGAPOLITAN | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

MEGAPOLITAN | 29 November 2021

MEGAPOLITAN | 29 November 2021

DUNIA | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021