Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

Rabu, 20 Oktober 2021 | 03:23 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA
Sejumlah gedung di kompleks perkantoran perusahaan farmasi Merck di Lansdlae, Pennsylvania, AS, 8 Juli 2002.

Beritasatu.com - Molnupiravir, kapsul obat Covid-19 yang dikembangkan perusahaan farmasi Amerika Serikat Merck, disebut-sebut sebagai terobosan besar dalam upaya global menghentikan pandemi ini.

Menurut uji klinis perusahaan, obat ini mampu mencegah gejala parah atau kematian akibat Covid-19 hingga paling tidak 50 persen.

Advertisement

Saat ini, Merck telah mengajukan permohonan izin penggunaan darurat Molnupiravir dari Badan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA). Jika disetujui, Molnupiravir akan menjadi obat Covid telan yang pertama.

Banyak negara sudah melakukan inden pesanan untuk Molnupiravir.

Indonesia bahkan mengirim tim khusus meliputi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk melobi Merck agar berinvestasi dan memproduksi Molnupiravir di Indonesia.

Pertemuan dua menteri tersebut dengan Merck dijadwalkan Rabu (20/10/2021) ini di New York.

Lalu, bagaimana cara kerja obat ini?

Begitu seorang pasien dinyatakan positif mengidap Covid-19, dia bisa mulai mengonsumsi Molnupiravir ukuran 200 miligram.

Penggunaannya dua kali sehari, masing-masing harus menghabiskan empat kapsul, atau total delapan kapsul per hari.

Periode pengobatan selama lima hari, artinya si pasien harus mengonsumsi total 40 pil Molnupiravir agar obat ini bisa efektif.

Berbeda dengan vaksin yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh, Molnupiravir bertujuan mencegah virus berkembang biak, kata Sanjaya Senanayake, dokter spesialis penyakit menular dan profesor kedokteran di Australian National University Medical School.

"Gampangnya, obat ini membuat si virus melahirkan bayi-bayi yang tidak sehat," ujarnya.

Uji klinis tahap tiga awal bulan ini melibatkan lebih dari 700 pasien Covid-19 yang belum pernah divaksin. Para partisipan dibagi antara mereka yang mendapat Molnupiravir dengan mereka yang diberi kapsul bohongan atau placebo.

Dalam waktu 29 hari, delapan dari kelompok penerima placebo meninggal, sementara tidak ada satu korban jiwa pun di antara pasien Covid-19 penerima Molnupiravir.

Wendy Holman, CEO di Ridgeback Biotherapeutics yang ikut berkolaborasi dalam pengembangan obat ini, mengatakan bahwa hasil uji klinis sangat menggembirakan karena memberi peluang untuk bisa mengendalikan pandemi.

"Kita sangat butuh obat antivirus yang bisa diminum di rumah dan mencegah para pengidap Covid-19 ke rumah sakit," kata Holman.

Para pakar juga sepakat bahwa obat ini sangat menjanjikan. Orang yang dinyatakan positif terinfeksi tidak perlu menunggu sampai sakit parah, tetapi bisa langsung mengonsumsi obat antivirus begitu hasil diagnosa didapat.

Karena bisa diminum di rumah, obat ini juga membantu mengurangi tekanan pada rumah sakit agar bisa fokus merawat pasien yang lebih parah.

"Mendapat tablet ini jauh lebih mudah, jadi ini menjadi penentu," kata Senanayake.

Untuk negara-negara yang tingkat vaksinasinya masih rendah karena terbatasnya pasokan, obat ini bisa menjadi benteng awal untuk mencegah Covid-19 menyebar luas.

Obat ini bukan pengganti vaksin, tetapi jika keduanya digabungkan akan mempercepat upaya menghentikan pandemi atau setidaknya bertransisi menjadi endemi, kata Menkes Budi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 30 November 2021

KESEHATAN | 30 November 2021

KESEHATAN | 30 November 2021

KESEHATAN | 30 November 2021

KESEHATAN | 30 November 2021

KESEHATAN | 30 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Aturan Terbaru Bepergian Saat Liburan Nataru

#2
Fadel Muhammad: MPR Kecewa dengan Kinerja Kemenkeu

#3
Calon Umrah dengan Vaksin Sinovac Wajib Karantina 3 Hari

#4
Reuni 212 Pindah ke Bogor, Ini Saran Ridwan Kamil

#5
Kapolda Rencana Buat Arena untuk Balapan Liar

#6
Bos Moderna Peringatkan Vaksin Kurang Efektif untuk Omicron

#7
Masih PPKM Level 3, Polres Bogor Tak Beri Izin Reuni 212

#8
Siap Rights Issue Rp 890 M, MPPA Raih Pernyataan Efektif OJK

#9
Simulasi Pilpres, Prabowo-Puan 67,7 Persen

#10
Bos Pfizer: Pil Anticovid Ampuh Atasi Omicron

TERKINI


KESEHATAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

OLAHRAGA | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

OLAHRAGA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021