Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Indonesia Masuk 5 Negara dengan Penurunan Covid-19 Terbesar

Sabtu, 27 November 2021 | 21:15 WIB
Oleh : WM
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengumumkan, Indonesia masuk dalam daftar lima negara dengan penurunan kasus Covid-19 terbesar dan memiliki kemampuan mempertahankannya dalam jangka waktu yang memuaskan.

Advertisement

Ia berharap, masyarakat dapat tetap menjaga semangat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan serta mengikuti regulasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) agar kasus Covid-19 tetap dapat ditekan.

“Indonesia berhasil masuk daftar lima negara dengan penurunan kasus Covid-19 secara signifikan dan mampu mempertahankannya dalam jangka waktu cukup lama. Kita bersanding dengan empat negara lain, yaitu India, Filipina, Iran, dan Jepang,” kata Johnny, Sabtu (27/11/2021).

Johnny mengklaim, Indonesia telah mampu menurunkan kasus hingga 99,3% dari puncak lonjakan dan mampu mempertahankannya selama 130 hari atau sekitar 3 bulan.

Per 27 November 2021 jumlah kasus di Indonesia sebesar 2.564 kasus, jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan titik terendah sebelum lonjakan kasus terjadi yaitu 26.126 kasus.

“Badan Kesehatan dunia WHO menetapkan Indonesia sebagai negara hijau dengan tingkat penularan rendah di bawah 2%,” kata Johnny.

Tentunya kondisi tersebut merupakan prestasi yang baik bagi Indonesia dan juga hasil dari kerjasama semua pihak bekerja keras memutus rantai penularan Covid-19 dengan berbagai ikhtiar.

“Upaya dari tiap individu, sesederhana apapun itu, memberikan andil dalam penurunan kasus dan mencegah penularan. Seiring dengan pembukaan kegiatan, maka kesadaran kolektif dan upaya pengendalian diri masyarakat dalam penanganan pandemi harus tetap diperkuat,” ujarnya.

Keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini membuktikan langkah yang diambil Pemerintah sudah tepat.

Mulai dari penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), menggencarkan 3T (testing, tracing, treatment), tidak berhenti melakukan percepatan vaksinasi, dan disiplin protokol kesehatan secara berkelanjutan.

“Kita jadikan keberhasilan ini sebagai penyemangat, namun jangan membuat kita lengah. Apalagi, sebentar lagi kita akan memasuki periode liburan panjang Natal dan Tahun Baru yang berpotensi memicu peningkatan mobilitas. Tanpa protokol kesehatan yang ketat, sangat berisiko terjadinya lonjakan kasus,” tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Nama Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK

#2
Berdayakan Masyarakat, SiCepat Raih Apresiasi dari Baznas

#3
OTT KPK di Surabaya Terkait Suap Penanganan Perkara

#4
Soal Bahasa Sunda, PDIP Akhirnya Beri Sanksi kepada Arteria Dahlan

#5
OTT Hakim PN Surabaya, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

#6
Parkir di Malioboro Rp 350.000, Wakil Wali Kota: Pelaku Diproses Hukum

#7
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor APBD

#8
Omicron Meningkat, Agenda G-20 Financial Track Dipindah ke Jakarta

#9
Bupati Langkat Sempat Kabur Saat OTT KPK

#10
DPN Peradi Resmi Miliki Gedung Baru

TERKINI


NASIONAL | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

EKONOMI | 20 Januari 2022

DIGITAL | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2022