Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pelancong dari Negara-negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

Minggu, 28 November 2021 | 19:30 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers secara virtual mengenai respons pemerintah dalam menghadapi varian baru Covid-19 Omicron, Minggu, 28 November 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memutuskan melarang warga negara asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan ke negara tertentu dalam kurun waktu 14 hari terakhir untuk masuk ke Indonesia. Kebijakan ini ditempuh untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron.

Menteri Koordinator bidang Kemaritimin dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan negara-negara asal WNA yang dilarang masuk ke Indonesia. Negara-negara itu, yakni Afrika Selatan, Bostwana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Melawi, Angola, Zambia dan Hongkong.

Advertisement

"Pelarangan masuk untuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke negara-negara berikut, Afrika Selatan, Bostwana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Melawi, Angola, Zambia dan Hongkong," kata Luhut dalam konferensi pers mengenai Respons Pemerintah dalam Menghadapi Varian Omicron, secara virtual, Minggu (28/11/2021).

Dikatakan Luhut, untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari. Selain itu, pemerintah memutuskan masa karantina perjalanan luar negeri selama tujuh hari kembali diberlakukan.

"Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar dari negara-negara yang masuk dalam daftar poin a menjadi 7 hari dari sebelumnnya 3 hari," katanya.

kebijakan ini mulai berlaku dalam waktu 1x24 jam. Ditekankan Luhut, daftar negara-negara tersebut bisa bertambah atau berkurang berdasarkan evaluasi secara berkala yang dilakukan oleh pemeritah.

Luhut menyatakan, kebijakan ini dikeluarkan melihat perkembangan varian Omicron di sejumlah negara. Dikatakan, varian baru ini mengandung 50 mutasi yang memengaruhi kecepatan penularan dan kemampuan virus menghindari antibodi yang dibentuk oleh vaksin maupun antibodi yang dihasilkan secara natural dari infeksi Covid-19 varian sebelumnya.

"Mencermati mutasi tersebut, pada tanggal 26 November 2021, WHO telah meningkatkan status varian baru tersebut menjadi varian concern dan memberikan nama varian baru tersebut dengan nama Omicron di 11529," katanya.

Hingga saat ini, kata Luhut, terdapat 13 negara yang sudah mengumumkan mendeteksi confirm dan probable cases varian Omicron di negara mereka. Negara-negara itu di antaranya, Afrika Selatan, Bostwana, Jerman, Belgia, Inggris Raya, Israel, Australia dan Hongkong.

"Melihat distribusi negara-negara tesebut, kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa varian Omicorn ini sudah menyebar ke lebih banyak negara lain," ungkap Luhut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#3
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022