Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Epidemiolog: Efikasi Vaksin Covid-19 Menurun dalam 6 Bulan

Minggu, 28 November 2021 | 23:05 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 bagi lansia.

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman membenarkan bahwa semua jenis vaksin Covid-19 akan menurun level proteksi imunitasnya seiring berjalannya waktu selama 6-7 bulan.

Advertisement

"Bahkan pada kelompok tertentu pada lanjut usia (lansia) penurunan antibodi dari vaksinasi Covid-19 bisa lebih cepat lagi, yakni 4 bulan setelah divaksin. Hal ini harus disadari kita semua. Ini pun terjadi pada penyintas Covid-19, dimana antibodi imunitasnya menurun kurang lebih 6-7 bulan," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Minggu (28/11/2021).

Kedua, bukan berarti tak ampuh lagi, ada level, bukan berarti menjadi 0, tapi menurun 30 hingga 40 %, tetap ada proteksi. orang yang vaksinasi lengkap, tetap punya levelling imunitas ketika sakit tetap ada fungsi perlindungan.

Oleh karena itu, cara mengantisipasi penurunan antibodi ini harus disiapkan program vaksinasi dosis ketiga (booster). Ia menjelaskan, program vaksinasi di Indonesia yang sudah dimulai sejak Januari 2021 dan memasuki Juli 2021, bukan berarti hilang keampuhannya sama sekali.

Menurutnya, efikasi vaksin yang disuntikkan kepada jutaan warga Indonesia hanya menurun kualitasnya sekitar 30-40 %, bukan tidak ampuh lagi menghadapi berbagai varian Covid-19.

"Dalam Imunitas ini ada sel memori, begitu juga dengan tingkat proteksi yang sifatnya ada yang akut dan lama (long time). Efikasi vaksin juga tergantung beberapa faktor dan jenis vaksin yang diterima serta kekuatan imun orang tersebut," ungkap ahli panel WHO (Badan Kesehatan Dunia) tersebut.

Ia menjelaskan, masyarakat memang harus menghadapi ancaman gelombang ketiga Covid-19, ditambah lagi dengan tren kasus Covid-19 yang juga mulai naik lagi di luar negeri, termasuk adanya varian baru Omicron dari Afrika Selatan. Sementara program booster vaksin sendiri baru diizinkan pemerintah pada tahun depan.

"Melihat hal ini hal yang dilakukan adalah kombinasikan program 3T (testing, tracing, treatment), 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas), pengetatan pintu masuk, dan PPKM," urai Dicky.

Kombinasi ini sebaiknya dilakukan secara bersamaan dan setara. Nantinya untuk program booster dipercepat dan diutamakan untuk kelompok rawan yakni lansia maupun pelayanan publik seperti tenaga kesehatan, meski harus melihat juga stok vaksin yang dimiliki negara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia

#2
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

#3
Sang Putri Meninggal, Nurul Arifin: Malaikatku, Engkau Pergi Begitu Cepat

#4
Mayoritas Korban Tewas Terjebak di Karaoke yang Dibakar Massa di Sorong

#5
Pertikaian 2 Kelompok Warga di Sorong, Belasan Meninggal Dunia

#6
Nurul Arifin Ungkap Kronologi Meninggalnya Maura

#7
Polisi Ungkap Peran 5 Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas

#8
Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp 14.350

#9
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Dimakamkan di San Diego Hills

#10
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia, Keluarga Besar Golkar Ikut Berduka

TERKINI


DIGITAL | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

POLITIK | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022