Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bos Pfizer: Pil Anticovid Ampuh Atasi Omicron

Selasa, 30 November 2021 | 16:36 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Albert Bourla

New York, Beritasatu.com- CEO Pfizer Albert Bourla memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi bahwa Paxlovid, pil anticovid Pfizer ampuh atasi varian Omicron. Seperti dilaporkan CNBC, Senin (29/11/2021), Bos Pfizzer itu mengatakan Pfizer sudah mulai mengerjakan vaksin baru dan bisa siap dalam waktu kurang dari 100 hari.

“Kabar baiknya ketika datang ke perawatan kami, itu dirancang dengan pemikiran itu, itu dirancang dengan fakta bahwa sebagian besar mutasi datang dalam lonjakan,” kata Bourla kepada “Squawk Box” CNBC.

Pfizer mengajukan permohonannya awal bulan ini ke Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS) untuk mengizinkan pil, Paxlovid, untuk penggunaan darurat. Dalam uji klinis pada orang berusia 18 tahun ke atas, Pfizer menemukan pil tersebut mengurangi rawat inap dan kematian sebesar 89% bila diminum dengan obat HIV yang banyak digunakan dalam waktu tiga hari sejak awal gejala.

“Jadi itu memberi saya tingkat kepercayaan yang sangat tinggi bahwa pengobatan tidak akan terpengaruh, pengobatan oral kita tidak akan terpengaruh oleh virus ini,” tambahnya.

Pil tersebut memblokir enzim yang dibutuhkan virus untuk bereplikasi. Ini digunakan dalam kombinasi dengan obat HIV ritonavir, yang memperlambat metabolisme manusia untuk memungkinkan Paxlovid tetap aktif dalam tubuh lebih lama pada konsentrasi yang lebih tinggi untuk memerangi virus.

Bourla mengatakan kepada CNBC bahwa Pfizer sekarang mengharapkan untuk memproduksi 80 juta dosis pil, meningkat dari tujuan awal pembuatan 50 juta dosis. Administrasi Biden telah membeli 10 juta dosis Paxlovid dalam kesepakatan US$ 5 miliar (Rp 71,3 trilliun).

Dalam satu makalah teknis yang diterbitkan Minggu (28/11), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa Omicron menimbulkan risiko global "sangat tinggi" dengan kemungkinan penularan lebih lanjut yang tinggi. Varian ini memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan yang mengikat sel manusia. Menurut WHO, beberapa mutasi dikaitkan dengan transmisi yang lebih tinggi dan penurunan perlindungan antibodi.

Saat optimis tentang kemanjuran Paxlovid, Bourla mengatakan dampak Omicron pada vaksin dua dosis perusahaan masih harus dilihat.

“Saya tidak berpikir bahwa hasilnya adalah vaksin tidak melindungi. Saya pikir hasilnya bisa jadi, yang belum kita ketahui, vaksin kurang melindungi,” kata Bourla.

Bourla mengatakan Pfizer telah mulai bekerja untuk memproduksi vaksin baru jika diperlukan. Perusahaan membuat template DNA pertamanya pada hari Jumat, langkah awal dalam proses pengembangan.

“Kami telah berkali-kali menjelaskan bahwa kami akan dapat memiliki vaksin dalam waktu kurang dari 100 hari,” katanya.

Bourla mencatat bahwa perusahaan dapat membuat vaksin untuk varian Beta dan Delta dengan cepat, meskipun pada akhirnya tidak digunakan karena tembakan aslinya tetap efektif.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI