Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

BioNTech Mulai Garap Vaksin untuk Lawan Omicron

Selasa, 30 November 2021 | 21:39 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Botol vaksin Covid-19 Pfizer

Berlin, Beritasatu.com- Perusahaan biotek Jerman BioNTech menyatakan telah mulai mengerjakan vaksin Covid-19 yang direkayasa untuk melawan varian Omicron. Seperti dilaporkan RT, Senin (29/11/2021), Omicron memiliki mutasi signifikan yang memungkinkannya melewati perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin saat ini.

Dalam satu pernyataan pada Senin, BioNTech menyatakan tidak jelas apakah perlu meluncurkan versi yang diubah dari vaksin Covid-19 yang ada untuk melawan varian Omicron. Namun BioNTech telah mulai bekerja untuk menyesuaikan vaksinnya terhadap tekanan virus mutan itu.

Advertisement

“Langkah pertama mengembangkan vaksin baru yang potensial tumpang tindih dengan penelitian yang diperlukan untuk mengevaluasi apakah vaksin baru akan diperlukan,” kata perusahaan itu, menurut Reuters.

Perusahaan biotek menyatakan bahwa pembuatan vaksin yang diadaptasi adalah bagian dari prosedur standar untuk varian baru.

Pada Jumat, BioNTech menyatakan pihaknya mengharapkan lebih banyak data laboratorium dalam beberapa minggu mendatang, yang akan membantu mereka menentukan apakah mereka perlu meluncurkan vaksin khusus Omicron.

Berbicara pada Senin, CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaan, yang mengembangkan vaksinnya bersama BioNTech, telah membuat template baru dalam mengembangkan vaksin baru untuk Omicron.

Bourla mengatakan bahwa Pfizer memiliki kapasitas untuk membuat hampir empat miliar dosis vaksin pada tahun 2022.

Moderna, yang juga membuat vaksin mRNA, menyatakan pihaknya juga telah memulai desain ulang vaksin Covid-19 ketika varian Omicron menyebar. Namun CEO Moderna, Stéphane Bancel mengatakan bahwa perlu waktu berbulan-bulan untuk mulai mengirimkan vaksin baru.

Kedatangan varian Omicron, yang pertama kali diidentifikasi minggu lalu di Botswana, telah memicu kekhawatiran gelombang infeksi mematikan lainnya di seluruh dunia, dengan Israel, Jepang, dan Maroko semuanya menutup perbatasan negara untuk orang asing.

Penelitian di Rumah Sakit Bambino Gesu di Roma telah menunjukkan bahwa Omicron memiliki 43 mutasi protein lonjakan, lebih banyak 18 dari pada varian Delta. Para ilmuwan mengatakan mutasi dapat memungkinkan strain untuk menghindari kekebalan yang diinduksi vaksin dan yang diperoleh dari infeksi sebelumnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Diteriaki Maling karena Ngebut, Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa

#2
Arteria Dahlan Pakai Mobil Pelat Nomor Dinas Polisi, Ini Tanggapan Psikolog

#3
Satupena Bertransformasi Menjadi Alinea

#4
Asyik Berfoto di Tol Andara, Rombongan Pengendara Mobil Mewah Ditegur Polisi

#5
Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

#6
Ada Gubernur hingga Komisaris, Ini Profil Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

#7
Polisi Didesak Segera Tangkap Edy Mulyadi karena Diduga Hina Kalimantan

#8
Truk Tabrak Truk di Depan Balai Kartini Jakarta Selatan, 1 Tewas

#9
Kasus Covid-19 Naik, Status PPKM Jakarta, Jabar, Banten Dievaluasi

#10
Satu dari 2 Pasien Omicron yang Meninggal Memiliki Riwayat ke Belanda

TERKINI


BOLA | 24 Januari 2022

EKONOMI | 24 Januari 2022

EKONOMI | 24 Januari 2022

EKONOMI | 24 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2022

EKONOMI | 24 Januari 2022

OTOMOTIF | 24 Januari 2022

BOLA | 24 Januari 2022

OLAHRAGA | 24 Januari 2022

BOLA | 24 Januari 2022