Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemenkes: Omicron Hasil Mutasi Varian Sebelumnya

Selasa, 30 November 2021 | 22:35 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM
Siti Nadia Tarmizi.

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, munculnya varian B.1.1.529 atau varian Omicron merupakan hasil kombinasi mutasi dari varian lainnya seperti Delta, Alpha, Beta, Gamma, AY.23 dan AY.4.

Advertisement

Oleh karena itu, Nadia menuturkan, varian Omicron harus diantisipasi agar tidak terjadi peningkatan kasus seperti yang terjadi pada Juli 2021. Pasalnya, varian Omicron jauh lebih cepat menular dari varian sebelumnya.

“Kita tahu betapa dahsyatnya varian Delta pada bulan Juli 2021, kita tidak mau terjadi nanti pasca-Nataru (Natal dan Tahun Baru) karena ada Omicron yang jauh lebih dahsyat karena dikatakan dia lebih cepat menular,” kata Nadia pada dialog bertajuk "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit: Melawan Hoaks tentang Covid-19", Selasa (30/11/2021).

Nadia menuturkan, perlu percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mengatasi varian Omicron. Pasalnya, hingga saat ini kasus Covid-19 akibat varian Omicron yang menyerang individu sudah divaksin tingkat tidak memperlihatkan tingkat keparahannya.

“Jadi ayo kita cepat vaksinasi karena kita punya tantangan karena varian Delta terus bermutasi,” ucapnya.

Selanjutnya, terkait vaksin booster, Nadia mengatakan, vaksin booster sangat penting. Namun, berdasarkan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) fokus vaksinasi saat ini memprioritaskan pemenuhan cakupan vaksinasi lengkap Covid-19 pada populasi umum untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Saat ini lansia yang kita kejar karena termasuk kelompok prioritas yang mendapatkan booster. Banyak negara booster dimulai setelah cakupan vaksinasi dosis 1 dan 2 lebih dari 50%,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Nama Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK

#2
Berdayakan Masyarakat, SiCepat Raih Apresiasi dari Baznas

#3
OTT KPK di Surabaya Terkait Suap Penanganan Perkara

#4
Soal Bahasa Sunda, PDIP Akhirnya Beri Sanksi kepada Arteria Dahlan

#5
OTT Hakim PN Surabaya, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

#6
Parkir di Malioboro Rp 350.000, Wakil Wali Kota: Pelaku Diproses Hukum

#7
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor APBD

#8
Omicron Meningkat, Agenda G-20 Financial Track Dipindah ke Jakarta

#9
Puluhan Kilogram Sampah Kulit Kabel Ditemukan di Gorong-gorong Jakarta Pusat

#10
DPN Peradi Resmi Miliki Gedung Baru

TERKINI


NASIONAL | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

EKONOMI | 20 Januari 2022

DIGITAL | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2022