Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Varian-varian Baru Covid-19 yang Mendunia

Rabu, 1 Desember 2021 | 07:25 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / BW
Varian virus B.1.617, yang sebagian disalahkan atas wabah eksplosif Covid-19 di India. Varian ini telah dijuluki varian mutan rangkap tiga karena dibagi menjadi tiga garis keturunan.

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat dan mengumumkan nama-nama baru untuk varian-varian virus corona SARS-CoV-2 yang terdeteksi di berbagai negara.

WHO telah membagi 2 kategori utama jenis varian Covid-19, yaitu variant of concern (VoC) atau varian yang menjadi perhatian, dan variant of interest (VoI) atau varian yang diamati.

Advertisement

Penamaan ini tidak terkait dengan suatu negara, hanya mempermudah penyebutan di masyarakat umum dan bisa diingat masyarakat. Dilansir dari WHO, varian-varian baru virus corona diberikan nama sesuai alfabet Yunani, seperti Alpha, Beta, dan Gamma, yang lebih mudah diingat.

Mengenai VoC, ada 4 varian yang harus diperhatikan:
1. Varian A (Alpha) atau B.1.1.7 bersifat lebih menular dan lebih berpeluang menyebabkan keparahan gejala.
2. Varian Beta (B.1.351) bersifat lebih menular dan meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di rumah sakit.
3. Varian Gamma (P.1) bersifat lebih menular dan meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di rumah sakit.
4. Varian Delta (B.1.617.2) bersifat lebih menular bahkan bagi orang yang telah tervaksin serta meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di RS.

WHO melaporkan, ada 6 VOI yang sedang diamati, yaitu:
5. Varian Eta (B.1.525)
6. Iota (B.1.526)
7. Kappa (B.1.517.1)
8. Lambda (C.37)
9. Mu (B.1621)
10. Omicron (B.1.1.529)

Dari 10 varian tersebut, 1-4 sudah masuk ke Indonesia, sedangkan 5-10 belum sampai Tanah Air.

Varian ini diprediksi dapat mempengaruhi karakteristik virus dilihat dari perubahan genetiknya maupun perubahan transmisi di komunitas termasuk memunculkan klaster kasus di beberapa negara.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan, terkait varian yang ada saat ini ada VoC atau VoI yang bisa turun juga selama deretan yang jadi catatan dan belum hilang, seperti Delta, Alpha, Beta, dan Gamma.

"Varian-varian itu masih ada, apalagi yang kasus Covid-19 di awal varian D614G itu. Itu semua varian-varian yang mendunia hingga sejak kemunculan varian Delta dan munculnya juga varian C.1.2, Mu yang masih dalam pengamatan dan belum menjadi varian of concern karena dari sisi 3 kriteria VoC terutama kecepatan penularannya belum terpenuhi," ungkap dia.

Ini berbeda dengan varian Omicron. Dari semua varian, yang paling ganas dan mematikan adalah varian Delta. Namun, bila dibandingkan dengan Omicron belum bisa dibandingkan karena masih relatif baru, meski ada kelebihan pada kecepatannya.

Tetap untuk tingkat keganasan, kombinasi beberapa hal istilah ini atau bisa berpotensi memperburuk satu sisi pengendalian wabah itu ada beberapa faktor yakni dari kecepatannya, gejala klinis, atau dari menurunkan efikasi vaksin dan treatment atau tidak terdiagnosis.

"Ini yang akan harus kita tunggu. Varian Omicron harus kita waspadai dengan respons yang benar, bukan reaktif agar masyarakat tidak panik. Kita harus khawatir, ya, tetapi tidak panik apalagi sampai berlebihan ya. Rasa khawatir ada manfaatnya juga agar manusia menjadi lebih waspada yang berbasis logis dan sains," pungkas Dicky yang juga panel ahli WHO.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Diteriaki Maling karena Ngebut, Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa

#2
Satupena Bertransformasi Menjadi Alinea

#3
Arteria Dahlan Pakai Mobil Pelat Nomor Dinas Polisi, Ini Tanggapan Psikolog

#4
Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

#5
Asyik Berfoto di Tol Andara, Rombongan Pengendara Mobil Mewah Ditegur Polisi

#6
Ada Gubernur hingga Komisaris, Ini Profil Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

#7
Truk Tabrak Truk di Depan Balai Kartini Jakarta Selatan, 1 Tewas

#8
Arsenal vs Burnley: Misi Meriam London Kembali ke Trek Kemenangan

#9
Satu dari 2 Pasien Omicron yang Meninggal Memiliki Riwayat ke Belanda

#10
Kasus Covid-19 Naik, Status PPKM Jakarta, Jabar, Banten Dievaluasi

TERKINI


BOLA | 24 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

BOLA | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022

BOLA | 23 Januari 2022

BOLA | 23 Januari 2022