Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Satgas Ingatkan Pemda Tekan Kasus Covid-19 dengan Cara Ini

Kamis, 2 Desember 2021 | 22:04 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Ilustrasi tes usap.

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengajak pemerintah daerah (pemda) mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 secara dini atau menekan kasus secara dini dengan kontak tracing.

Wiku menuturkan, berdasarkan situasi PPKM Jawa-Bali yang diumumkan minggu ini terlihat adanya kecenderungan transisi level PPKM kabupaten/kota dan area aglomerasi Jabodetabek dari level 1 ke level 2 yaitu pada seluruh kota di DKI Jakarta, Kota/Kabupaten Tangerang, Kota Bogor, dan Kabupaten Bekasi.

Advertisement

“Hasil evaluasi ini menjadi penting mengingat area Jabodetabek wilayah jantung kegiatan ekonomi nasional yang secara alamiah memiliki ritme mobilitas yang tinggi, sehingga memperbesar peluang penularan,” kata Wiku pada konferensi pers tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” secara virtual, Kamis (2/12/2021).

Untuk itu, Wiku menambahkan, selain melakukan evaluasi upaya pencegahan seperti pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) dan pengendalian mobilitas harus dilakukan upaya penilaian seperti penelusuran kontak erat atau tracing untuk segera memutus angka penularan. Dalam hal ini, melindungi kelompok rentan dan sejumlah pengetatan aktivitas masyarakat yang lebih ketat.

Wiku menyebutkan, proses penelusuran kontak erat terbagi menjadi 4 tahapan besar, yakni; Pertama, diagnosis kasus-kasus positif sebagai titik awal penelusuran kontak erat.

Kedua, melakukan identifikasi melalui wawancara oleh tracer kepada kasus positif Covid-19 melalui upaya mengingatkan kembali siapa saja yang pernah berinteraksi setidaknya selama 15 menit sejak 2 hari sebelum dan 14 hari sesudah gejala muncul.

Ketiga, upaya menghubungi daftar orang hasil tracing untuk diberikan informasi terkait karantina yakni tentang durasi karantina, gejala-gejala yang harus diwaspadai dan waktu melakukan pemeriksaan Covid-19.

Keempat, mengulangi kembali tahap pertama jika ditemukan kasus positif dari daftar kontak erat yang telah dihubungi.

“Pada prinsipnya metode penelusuran kontak erat yang ideal ialah yang menyesuaikan level transmisi daerah setempat termasuk siap dan tanggap menghadapi peningkatan laju penularan Covid-19 yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang,” ucapnya.

Wiku menyebutkan, WHO mengategorisasi level transmisi virus Covid-19 menjadi 4 skenario. Pertama, skenario berkaitan dengan kondisi tidak ada kasus.

Kedua, kasus sporadis atau kemunculan suatu penyakit akan terjadi pada suatu daerah.

Ketiga, kondisi kemunculan kasus yang berkelompok pada tempat atau waktu tertentu yang dicurigai memiliki jumlah kasus yang lebih besar daripada yang diamati.

Keempat, transmisi komunitas atau kondisi penularan antar penduduk dalam satu wilayah yang sumber penularannya berasal dari dalam wilayah itu sendiri yang terdiri dari tingkat 1 sampai 4.

“Saat ini Indonesia secara nasional berada di suatu transmisi komunitas tingkat satu, sehingga rekomendasi penetapan aturan kontak yang dilakukan adalah menentukan rasio upaya penelusuran kontak,” ucapnya.

Wiku menyebutkan, Badan Otoritas Kesehatan negara setempat dapat mempertimbangkan orang yang berinteraksi dengan kasus positif dalam durasi yang panjang atau kondisi tempat yang ramai seperti kerumunan.

“Instruksi ini perlu ditindaklanjutkan dari Inmendagri kepada pemerintah daerah khususnya ditingkat kabupaten/kota untuk melakukan penelusuran kontak kepada 15 kontak erat karena satu kasus,” ucapnya.

Menurut Wiku, Inmendagri tersebut menjadi salah satu penguatan itikad pemerintah dalam pengendalian situasi Covid-19. Untuk itu, ia menuturkan diperlukan partisipasi terhadap surveilans Covid-19 seperti entry test untuk melakukan karantina atau exit test melihat virus teridentifikasi selama masa inkubasi.

“Jika negatif maka pasien dianggap selesai karantina dan jika mendapat hasil positif dari dua tes diagnostik yang dilakukan maka kontak erat wajib dilakukan isolasi,” ucapnya.

“Tolong pemda memantau data kontak erat di daerah masing-masing melalui dashboard Kementerian Kesehatan yaitu vaksin.kemkes.go.id,” tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 29 Januari 2022

KESEHATAN | 29 Januari 2022

KESEHATAN | 28 Januari 2022

KESEHATAN | 28 Januari 2022

KESEHATAN | 28 Januari 2022

KESEHATAN | 26 November 2020

KESEHATAN | 28 Januari 2022

KESEHATAN | 28 Januari 2022

KESEHATAN | 28 Januari 2022

KESEHATAN | 28 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

#5
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#6
Kasus Covid-19 di Bogor Naik Drastis dalam 10 Hari Terakhir

#7
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#8
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#9
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#10
Covid-19 Omicron Terindikasi Sudah Masuk Kota Bogor

TERKINI


MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

KESEHATAN | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022