Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Indonesia Masih Bebas Omicron

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:04 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM
Wiku Adisasmito.


Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, hingga saat ini Indonesia masih bebas Omicron.

“Belum ada laporan tentang hal itu,” kata Wiku, saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (3/12/2021).

Advertisement

Wiku menjelaskan, WHO telah merekomendasikan untuk meningkatkan upaya pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) di kawasan Asia Tenggara bagi spesimen pelaku perjalanan internasional dan juga spesimen sudah masuk sejak pertengahan Oktober 2021.

“Sebagai satu kesatuan, tracing juga akan dilakukan sesuai prosedur yang ada untuk mengidentifikasi orang yang pernah terinfeksi kasus Covid-19 yang datang dari luar negeri,"ujar Wiku.

Wiku juga mengatakan, upaya pemerintah juga dengan memperpanjang durasi karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang boleh masuk ke Indonesia dari 7 hari menjadi 10 hari mulai diterapkan pada 3 Desember 2021.

“Mohon pengertian dari seluruh masyarakat bahwa keputusan ini tidak mudah karena peningkatan upaya proteksi Indonesia dari kasus impor,” ucapnya.

Wiku menuturkan, dasar hukum dari keputusan perpanjangan durasi karantina ini akan segera disampaikan secara resmi kepada publik. Pasalnya, sampai saat ini aturan pelaku perjalanan internasional masih mengacu pada Surat edaran Satgas 23/2021 yaitu dengan membatasi kedatangan warga negara asing (WNA) khususnya yang telah melakukan perjalanan ke negara yang mengalami transmisi komunitas varian Omicron selama 14 hari terakhir.

Sementara WNA dengan perjalanan lainnya diperbolehkan masyarakat dengan beberapa syarat seperti tidak memiliki perjalanan dan/ tinggal dalam kurung waktu 14 hari dari negara transmisi Omicron, delegasi negara anggota G-20, travel corridor arrangement (TCA) berasal dari negara skema perjanjian bilateral, pemegang visa diplomatik dan dinas, rombongan menteri dan pemegang kartu izin tinggal terbatas (Kitas) dengan tujuan wisata dari negara non risiko transmisi varian Omicron.

Sedangkan bagi warga negara Indonesia (WNI) merujuk pada UU Imigrasi 6/2011 Pasal 14 Ayat 1 bahwa setiap warga negara Indonesia tidak dapat ditolak masuk ke wilayah Indonesia kecuali karena alasan keimigrasian tertentu.

Ke depannya. Wiku menegaskan, tidak menutupi kemungkinan adanya dinamika kebijakan demi aturan yang adaptif dan efektif.

Penegasan bahwa varian Omicron juga belum masuk ke Indonesia disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. Dia mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan terkait adanya varian Omicron masuk ke Tanah Air. “Belum ada,” ucapnya, kepada Beritasatu.com, Jumat (3/12/2021).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, varian yang memiliki banyak mutasi ini belum dtemukan di Indonesia.

"Sampai sekarang Indonesia belum teramati adanya varian Omicron ini," tegas Menkes Budi dalam konferensi pers di kanal Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Minggu (28/11/2021).

Sejak kemunculannya, varian ini sudah ditemukan di beberapa negara seperti Kanada, Inggris, Hong Kong sampai Prancis. Kombinasi mutasi disebut jadi penyebab varian Omicron bisa sangat menular.

Menkes Budi berjanji pemerintah akan memperketat pengawasan di pintu masuk Indonesia. Pengunjung dari luar negeri kini wajib karantina dan semua sampel yang terdeteksi positif akan dilakukan tes genome sequencing.

"Kita akan pastikan semua kantor karantina pelabuhan di udara, laut, dan darat bekerja dengan keras. Kebijakan kita semua kedatangan internasional akan kita tes PCR, kalau positif genome sequence," bebernya.

Sementara itu, info terkini menyebutkan, Omicron sudah masuk ke negara tetangga Indonesia, yakni, Singapura dan Malaysia. Selain itu, negara dekat Indonesia juga sudah melaporkan temuan Omicron kepada WHO, yakni India, Australia, dan Hong Kong.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Nusantara, Nama Ibu Kota Negara Baru Pilihan Jokowi

#2
Jokowi: Menyuntikkan 297 Juta Dosis Vaksin Covid-19 di Indonesia Tidak Mudah

#3
Menkes: Jakarta Jadi Medan Perang Melawan Omicron

#4
PSSI: Posisi Shin Aman dan Berpotensi Diberi Perpanjangan Kontrak

#5
Baru Dua Pekan Diresmikan, Jembatan di Karawang Amblas

#6
Sosok Bendahara DPC Demokrat yang Tampung Suap Bupati Penajam Paser Utara

#7
Satgas: Kasus Covid-19 Meingkat di 3 Provinsi Bukan karena Omicron

#8
Everton Pertimbangkan Wayne Rooney Sebagai Pengganti Rafael Benitez

#9
Tagar Harunaout Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

#10
DPR Sepakati Nusantara Jadi Nama IKN dengan Status Pemda Khusus

TERKINI


NASIONAL | 18 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2022

POLITIK | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022