Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Layanan TanyaGendis Bantu Masyarakat Pahami Risiko Diabetes

Sabtu, 4 Desember 2021 | 16:40 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / RSAT
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia dan Novo Nordisk meluncurkan TanyaGendis dalam acara Health Business Gathering 2021 di Bali, Jumat, 3 Desember 2021.

Bali, Beritasatu.com - Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia, dan Novo Nordisk meluncurkan TanyaGendis yang merupakan sebuah chatbot WhatsApp menyediakan berbagai informasi mengenai diabetes dan membantu masyarakat memahami risikonya. Gendis sendiri singkatan dari 'ceGah & kENDali DIabeteS'.

Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia, Anand Shetty mengatakan bersama dengan Kemenkes dan Perkeni akan meningkatkan akses edukasi mengenai diabetes kepada masyarakat di seluruh Indonesia demi meningkatkan taraf hidup masyarakat, penderita diabetes, dan meningkatkan pencegahannya.

Advertisement

“Kami mengembangkan TanyaGendis yang merupakan sebuah chatbot virtual yang tersedia dalam WhatsApp karena kami ingin memudahkan semua masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai diabetes,” ujar Anand pada acara Health Business Gathering 2021 di Bali, Jumat (3/12/2021).

Dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Anand menjelaskan iklan layanan masyarakat juga akan disebarluaskan melalui berbagai media sosial dan tempat umum untuk menjangkau masyarakat, termasuk generasi muda, sehingga mereka dapat menjalani gaya hidup yang lebih baik dan mencegah diabetes sejak dini.

“Kampanye chatbot dan iklan layanan masyarakat ini juga menyoroti bahwa tindakan kolektif dan individu akan terus mendorong kemajuan dan terus menggerakkan kita untuk mengalahkan diabetes,” ucap Anand.

Bersamaan dengan TanyaGendis, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga meluncurkan iklan layanan masyarakat untuk mengakses TanyaGendis, masyarakat dapat menghubungi nomor 0812 8000 5858 melalui WhatsApp.

Selain itu, sejumlah iklan layanan masyarakat akan dipasang di berbagai platform digital dan tempat umum. Iklan ini mengajak masyarakat untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat guna mencegah diabetes sebelum terlambat.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, HE Lars Bo Larsen mengatakan, chatbot dan iklan layanan masyarakat yang diluncurkan merupakan sebuah tindakan nyata dari perjanjian kerja sama.

“Kami meyakini bahwa chatbot dan iklan tersebut akan terus memotivasi masyarakat untuk secara aktif mengalahkan diabetes. Ke depannya, kami akan mempercepat kerja sama di bidang kesehatan dengan Indonesia untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Kemenkes dan Novo Nordisk Indonesia juga telah menandatangani perjanjian kemitraan tahun ini untuk meningkatkan dan memperkuat upaya mengembangkan layanan pengobatan diabetes yang berkelanjutan di Indonesia dan memprioritaskan diagnosa sejak dini serta pengendalian optimal melalui empat bidang yang sejalan dengan rencana strategis kesehatan nasional 2021 – 2024. Salah satu kegiatan utama dalam kemitraan ini adalah program peningkatan kesadaran masyarakat.

Ketua Pengurus Besar Perkeni Prof Ketut Suastika mengatakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021.

“Tahun ini, Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh di tahun 2019. Peningkatan ini sangatlah memprihatinkan,” kata Suastika.

Ia menambahkan, jumlah orang dengan diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta hanya 2 juta yang telah terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan.

Menurut Suastika, pencegahan diabetes dan komplikasinya serta diagnosis dan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kesehatan. Namun, masih banyak permasalahan seperti kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat, adanya stigma penyakit kronis, dan misinformasi mengenai diabetes.

“Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap diabetes masih menjadi tantangan utama yang menyebabkan semakin tingginya jumlah orang diabetes yang tidak terdiagnosis dan dapat mengakibatkan kadar glukosa darah tidak terkontrol dan akibatnya mengakibatkan berbagai komplikasi,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 22 Januari 2022

KESEHATAN | 22 Januari 2022

KESEHATAN | 22 Januari 2022

KESEHATAN | 21 Januari 2022

KESEHATAN | 21 Januari 2022

KESEHATAN | 21 Januari 2022

KESEHATAN | 21 Januari 2022

KESEHATAN | 21 Januari 2022

KESEHATAN | 21 Januari 2022

KESEHATAN | 21 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#4
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#5
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#6
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#7
Polri: Peralihan Pelat Nomor Kendaraan Hitam ke Putih Tahun 2022

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Kasus Covid-19 Kota Bogor Bertambah 2 Kali Lipat

TERKINI


MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

HIBURAN | 22 Januari 2022