Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemenkes: Sesuai Peta Jalan, Vaksin Sinovac Jadi Dosis Kedua

Sabtu, 4 Desember 2021 | 23:25 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM
Siti Nadia Tarmizi.

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyatakan, rencana pasokan vaksin Sinovac oleh pemerintah adalah sebagian besar diutamakan untuk dosis kedua.

Advertisement

"Hal ini dikarenakan sesuai peta jalan saat ini bahwa vaksin Astrazeneca, Pfizer, Moderna serta Novovak yang akan mensuplai kebutuhan di semester kedua seperti yang disampaikan dari awal," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (4/12/2021).

Diungkapkan, tahun ini vaksin yang sudah dipasok dalam bentuk bulk maupun jadi sebanyak 312 juta dosis. Sementara kebutuhan vaksin tahun depan yang sudah direncanakan untuk dosis ketiga lanjut usia (lansia) dan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) BPJS serta anak usia 6 tahun-12 tahun totalnya mencapai 250 juta dosis.

"Untuk masyarakat yang menolak menggunakan vaksin non-Sinovac, nantinya akan kami edukasi bahwa saat pandemi ini ada baiknya menggunakan vaksin apapun jenisnya karena vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia. Jadi sifatnya akan edukasi dan persuasif untuk mau menggunakan vaksin lain yang tidak menjadi pilihannya," ungkap dr Nadia.

Oleh karena itu, contingency plan pemerintah terkait kebutuhan vaksin, tidak ada ada pembatalan perjanjian terhadap pengadaan vaksin. Hal ini dikarenakan pemerintah harus memastikan ketersediaan vaksin, di tengah jumlah vaksin yang terbatas secara global.

Terkait adanya desakan atau imbauan booster atau vaksin dosis ketiga, dr Nadia menegaskan saat ini belum ada kebijakan tentang hal tersebut. Untuk teknisnya juga masih disusun, apakah nanti menggunakan platform yang sama atau berbeda karena setiap sasaran juga mendapatkan vaksin tidak hanya jenis Sinovac

"Saat ini jumlah vaksin terbilang terbatas dan kita tahu untuk kebutuhan vaksinasi anak diatas usia 6 tahun saja sampai saat ini belum dapat dipenuhi. Jadi untuk masyarakat yang saat ini sudah menjadi sasaran vaksinasi, harus segera mau divaksin dengan merek apapun dan tidak menundanya demi kebaikan bersama," pungkas Nadia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

KESEHATAN | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#3
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022