Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

WHO: Jangan Gunakan Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

Selasa, 7 Desember 2021 | 12:57 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Perawat memberikan pelayanan pada pasien Covid-19 di satu rumah sakit dekat Cape Town, Afrika Selatan.

Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar tidak menggunakan plasma darah pasien yang telah pulih dari Covid-19 untuk mengobati orang-orang yang sakit.

Seperti dilaporkan Reuters, pada Senin (7/12/2021), WHO menyatakan bukti saat ini menunjukkan plasma konvalesen tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau mengurangi kebutuhan akan ventilator.

Advertisement

Hipotesis untuk menggunakan plasma konvalesen adalah bahwa antibodi yang dikandungnya dapat menetralkan virus corona baru, menghentikannya bereplikasi, dan menghentikan kerusakan jaringan.

Beberapa penelitian yang menguji plasma darah konvalesen tidak menunjukkan manfaat nyata untuk merawat pasien Covid-19 yang sakit parah. Uji coba yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dihentikan pada bulan Maret setelah ditemukan bahwa plasma tidak mungkin membantu pasien Covid-19 ringan hingga sedang.

“Metode ini juga mahal dan memakan waktu untuk dilakukan,” kata WHO dalam satu pernyataan pada hari Senin.

Menurut WHO, satu panel ahli internasional membuat rekomendasi kuat terhadap penggunaan plasma konvalesen pada pasien dengan penyakit tidak parah. Mereka juga menyarankan untuk tidak menggunakannya pada pasien dengan penyakit parah dan kritis, kecuali dalam konteks uji coba terkontrol secara acak.

Rekomendasi yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ), didasarkan pada bukti dari 16 uji coba yang melibatkan 16.236 pasien dengan infeksi Covid-19 yang tidak parah, parah, dan kritis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 27 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Disebut Edy Mulyadi Macan Mengeong, Ini Jawaban Prabowo Subianto

#2
NIK Resmi Jadi Nomor Identitas Peserta JKN-KIS

#3
Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

#4
Masyarakat Wajib Pahami 8 Karakteristik Omicron

#5
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 26 Januari 2022

#6
Update Covid-19: Kasus Harian Tembus Angka 7.000

#7
Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun Ternyata Ada yang Saling Kenal

#8
10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

#9
DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

#10
Sevilla Resmi Dapatkan Anthony Martial dari MU

TERKINI


KESEHATAN | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022