Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

WHO Larang Plasma Konvalesen, Ini Respons Kemenkes

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:25 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM
Siti Nadia Tarmizi.

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari organisasi profesi terkait adanya rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar tidak menggunakan plasma darah atau konvalesen untuk pasien Covid-19.

Advertisement

“Untuk terapi plasma konvalesen bagi pasien Covid-19, kita tunggu rekomendasi organisasi profesi,” kata Nadia melalui pesan singkatnya saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (7/12/2021).

Seperti dilaporkan Reuters, pada Senin (7/12/2021), WHO menyatakan bukti saat ini menunjukkan plasma konvalesen tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau mengurangi kebutuhan akan ventilator.

Hipotesis untuk menggunakan plasma konvalesen adalah bahwa antibodi yang dikandungnya dapat menetralkan virus Corona baru, menghentikannya bereplikasi, dan menghentikan kerusakan jaringan.

Beberapa penelitian yang menguji plasma darah konvalesen tidak menunjukkan manfaat nyata untuk merawat pasien Covid-19 yang sakit parah. Uji coba yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dihentikan pada bulan Maret setelah ditemukan bahwa plasma tidak mungkin membantu pasien Covid-19 ringan hingga sedang.

“Metode ini juga mahal dan memakan waktu untuk dilakukan,” kata WHO dalam satu pernyataan pada hari Senin.

Menurut WHO, satu panel ahli internasional membuat rekomendasi kuat terhadap penggunaan plasma konvalesen pada pasien dengan penyakit tidak parah. Mereka juga menyarankan untuk tidak menggunakannya pada pasien dengan penyakit parah dan kritis, kecuali dalam konteks uji coba terkontrol secara acak.

Rekomendasi yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ), didasarkan pada bukti dari 16 uji coba yang melibatkan 16.236 pasien dengan infeksi Covid-19 yang tidak parah, parah, dan kritis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


KESEHATAN | 27 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Disebut Edy Mulyadi Macan Mengeong, Ini Jawaban Prabowo Subianto

#2
NIK Resmi Jadi Nomor Identitas Peserta JKN-KIS

#3
Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

#4
Masyarakat Wajib Pahami 8 Karakteristik Omicron

#5
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 26 Januari 2022

#6
Update Covid-19: Kasus Harian Tembus Angka 7.000

#7
Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun Ternyata Ada yang Saling Kenal

#8
10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

#9
DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

#10
Sevilla Resmi Dapatkan Anthony Martial dari MU

TERKINI


DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022