Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Studi Ungkap Relasi Gagal Ginjal dan Covid-19

Sabtu, 1 Januari 2022 | 07:06 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Pasien gagal ginjal menjalani cuci darah.

Maryland, Beritasatu.com- Para ilmuwan menemukan hubungan langsung antara gagal ginjal dan virus corona atau Covid-19. Seperti dilaporkan RT, Kamis (30/12/2021), studi ini mengungkapkan efek jangka panjang yang berbahaya dari Covid-19.

Secara langsung, Covid-19 menginfeksi sel dan dapat menyebabkan kerusakan parah pada ginjal, menurut satu studi ilmiah yang menghubungkan infeksi serius dengan kegagalan organ.

Dalam satu makalah yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Cell Stem Cell pada Jumat (24/12), sekelompok peneliti melaporkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi ginjal pasien.

“SARS-CoV-2 secara langsung menginfeksi sel-sel ginjal dan dikaitkan dengan peningkatan fibrosis ginjal interstisial tubulus pada sampel otopsi pasien,” kata penelitian tersebut.

Studi mengakui gagal ginjal sering diamati selama dan setelah Covid-19, sebelumnya tidak meyakinkan mengenai apakah gagal ginjal adalah efek langsung dari virus.

Fibrosis ginjal ditandai dengan terbentuknya jaringan parut pada organ tersebut, dan pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal stadium akhir. Setelah menginfeksi sampel dengan virus, para peneliti melaporkan bahwa hasilnya membuktikan Covid-19 dapat “secara langsung menginfeksi sel ginjal dan menyebabkan cedera sel dengan fibrosis berikutnya.”

Hasil studi mungkin menjelaskan frekuensi cedera ginjal pada mereka yang terinfeksi Covid-19 dan perkembangan penyakit ginjal kronis pada mereka yang menderita Covid-19 dalam waktu lama. Para ilmuwan telah mengamati masalah ginjal pada banyak pasien yang terkena virus corona, meskipun reputasinya merusak paru-paru.

Tahun lalu, Associate Professor of Medicine Universitas Johns Hopkins, C. John Sperati, memperingatkan bahwa saat ini belum diketahui apakah pasien Covid-19 yang mengalami kerusakan ginjal akan sembuh total.

Sperati menyarankan prevalensi masalah ginjal pada pasien tersebut mungkin karena fakta bahwa banyak dari mereka yang dirawat di rumah sakit dengan virus telah menderita kondisi yang sudah ada sebelumnya. Mereka mengidap diabetes dan tekanan darah tinggi, yang keduanya meningkatkan risiko penyakit ginjal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI