Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Luhut Tegaskan Kebijakan Penanganan Omicron Sesuai Masukan Pakar Kesehatan

Minggu, 16 Januari 2022 | 19:19 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JEM
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator PPKM Jawa-Bali sekaligus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan kebijakan penanganan Covid-19 terutama Omicron yang dilakukan pemerintah sudah berdasarkan masukan dan saran dari berbagai pakar kesehatan.

“Kami, kemarin, mengundang ada 10 atau 12 pakar kesehatan berbagai bidang ilmu untuk mendiskusikan dan membaca data yang ada. Sehingga apa yang kita buat keputusan sekarang ini juga berangkat dari masukan bapak-bapak dan ibu-ibu profesor-profesor dalam bidang ilmu ini, juga dihadiri Menteri Kesehatan dan jajarannya,” kata Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan pers seusai menghadiri rapat evaluasi PPKM yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Minggu (16/1/2022).

Untuk itu, Luhut mengingatkan Omicron adalah musuh bersama sehingga diharapkannya tidak ada lagi diskusi atau perdebatan mengenai langkah atau penanganan yang dilakukan pemerintah. Karena semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sudah berdasarkan masukan dari para pakar kesehatan.

“Saya Ingatkan teman-teman sekalian Omicron ada musuh kita bersama. Jadi musuh kita bersama. Jadi jangan ada diskusi lagi ini itu. Sudah finish. Nanti kalau ada masukan lagi kami akan dengarkan dari pakar-pakar kita yang hebat hebat,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam kesempatan itu, Luhut mengajak masyarakat membangun persatuan, kesatuan dan kekompakan dalam menghadapi prediksi terjadinya gelombang Omicron di Tanah Air.

“Kita harus kompak, tidak boleh saling salah menyalahkan. Kalau itu kita lakukan dengan baik, baik saya yakin kita akan bisa mengatasi Omicron. Ini bukan hal yang tidak bisa diatasi, kalau kita kompak karena semua sudah siap. Jangan kita hanya saling menyalahkan, saya minta kompak semuanya,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan.

Kekompakan itu diperlukan, menurut Luhut agar dapat mendukung langkah yang akan dilakukan pemerintah. Apalagi pemerintah memastikan sistem kesehatan sudah cukup siap untuk menghadapi gelombang omicron.

“Namun langkah-langkah preventif yang berasal dari kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama penekanan laju penyebaran kasus ini. Pemerintah siap, tapi kalau masyarakat tidak siap, itu juga jadi masalah,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan.

Sesuai arahan Presiden, Luhut mengimbau masyarakat membatasi dan menahan mobilitas ke luar rumah serta aktivitas berkumpul yang tidak perlu.

“Saya ulangi, kalau tidak perlu kumpul-kumpul, tidak usah kita kumpul. Sama halnya dengan perkantoran, jika seandainya work from home masih tetap mampu mencapai tingkat produktivitas kita serahkan kepada pimpinan perusahaan melakukan assessment sendiri. Saya menghimbau opsi tersebut bisa diambil semata-mata dilakukan untuk menjaga kasus tetap terkendali,” jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu, menurut Luhut, Presiden juga meminta masyarakat dapat membatasi diri untuk bepergian ke luar negeri. Diharapkan, masyarakat melakukan perjalanan ke luar negeri untuk urusan yang sangat penting.

Imbauan itu juga telah diterapkan bagi para pejabat daerah atau negara. Pemerintah sudah melarang pejabat daerah atau negara tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk 3 pekan ke depan.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh kementerian dan lembaga agar meminimalkan kegiatan rapat-rapat dilakukan secara offline atau luring. Sebisa mungkin lakukan secara daring tapi tidak juga melarang untuk ketemu. Saya serahkan juga kepada teman-teman untuk melakukan asesmen sendiri,” papar Luhut Binsar Pandjaitan.

Tak lupa, ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat harus taat dan mematuhi protokol kesehatan. Karena kelalaian dan kecerobohan sekecil apapun yang ditimbulkan dapat mengulang pengalaman yang kelam di masa lalu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI