Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Omicron Transmisi Lokal Sudah Menyebar di 9 Wilayah Indonesia

Senin, 17 Januari 2022 | 20:00 WIB
Oleh : Wilsa Azmalia Putri / JEM
Ilustrasi varian Covid-19 Omicron.

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia per 15 Januari 2022 tercatat sebanyak 748 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 569 kasus penularannya bersumber dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 155 kasus bersumber dari transmisi lokal, dan 24 kasus positif Omicron lainnya sedang dalam tahap penyelidikan epidemiologi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Selanjutnya dari 155 kasus Omicron yang bersumber dari transmisi lokal, menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (17/1/2022), saat ini sudah tersebar di 9 wilayah di Indonesia yakni:

1. DKI Jakarta sebanyak 135 kasus

2. Kota Depok sebanyak 2 kasus

3. Bogor sebanyak 1 kasus

4. Bandung sebanyak 4 kasus

5. Tangerang Selatan sebanyak 4 kasus

6. Kota Surabaya sebanyak 6 kasus

7. Kabupaten Malang sebanyak 1 kasus

8. Kota Malang sebanyak 1 kasus

9. Kabupaten Madiun sebanyak 1 kasus

Kasus pertama Omicron terdeteksi di Indonesia pada Kamis (16/12/2021) yang menulari seorang petugas kebersihan berinisial N di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Setelah itu, virus Omicron menyebar dengan sangat cepat hingga saat ini mencapai 748 kasus terdeteksi di Indonesia.

Nadia menjelaskan penyebaran kasus positif Omicron di Indonesia masih didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

“Sebagian besar dari kasus Omicron yang positif ini adalah pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 569 kasus dan transmisi lokal 155 kasus,” kata Nadia pada acara webinar tentang “Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 Pandemic without Boundaries”, Minggu (16/1/2021).

Nadia juga menuturkan, Kemenkes masih melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap 24 kasus Omicron positif lainnya. Sedangkan kasus probable Omicron saat ini ada 1.800 kasus.

Lebih lanjuta, dijelaskan Nadia, kasus Omicron pelaku perjalanan luar negeri disumbang oleh Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Sebagian besar pasien diketahui tanpa gejala dan bergejala ringan seperti batuk, pilek dan demam.

Menyusul dengan penyebaran varian Omicron yang semakin bertambah, Nadia mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya penguatan di pintu masuk negara terutama mengatur durasi karantina PPLN.

“Saat ini memang masih diberlakukan kebijakan setiap kasus Omicron positif harus dilakukan isolasi terpusat, baik di Wisma Atlet maupun rumah sakit rujukan,” ujar Nadia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI