Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menko PMK: Kasus Harian Covid-19 Naik 258% pada Periode Nataru

Senin, 17 Januari 2022 | 21:06 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (keempat dari kanan) memimpin konferensi pers tentang Rapat Evaluasi Nataru di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Senin, 17 Januari 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan kasus harian dan kasus aktif Covid-19 selama periode Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2022 melonjak jauh lebih tinggi yakni lonjakannya mencapai 258% dibandingkan periode Nataru 2020 yang rata-rata hanya 52%.

Kendati demikian, kata Muhadjir, jika melihat dari angka absolut, kenaikannya tidak terlalu signifikan. Pada tahun 2020, angkanya sebesar 6.347 kasus. Sedangkan pada tahun 2021 hanya 179 kasus. Bahkan pada 15 Januari 2022 lalu berjumlah 1.054 kasus atau lebih rendah dibanding tanggal yang sama tahun 2021 sebanyak 2.218 kasus.

“Jadi secara persentase kenaikannya memang sangat tajam, tapi secara angka absolut relatif kecil. Mudah-mudahan pasca-Nataru kita akan bisa lebih menekan seminim mungkin lonjakan kasus sehingga nanti di samping secara angka tidak terlalu drastis peningkatannya juga kurvanya lama-lama bisa turun secara drastis,” ujar Muhadjir pada konferensi pers tentang Rapat Evaluasi Nataru di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Senin (17/1/2021).

Muhadjir menyebutkan, peningkatan fluktuatif ini karena telah terjadi keterpaduan penanganan di samping pengendalian Covid-19, kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi dilakukan dengan baik.

Dikatakan Muhadjir, pengendalian mobilitas masyarakat selama Nataru dapat dilakukan dengan sangat baik dengan melibatkan kerja sama, kesadaran masyarakat, kementerian/ lembaga (K/L), TNI dan Polri serta pemerintah daerah (pemda).

“Keberhasilan menjaga laju penularan Covid-19 juga menunjukkan bahwa semua dapat bekerja sama dengan baik selama Nataru,” ucapnya.

“Bahkan, vaksinasi anak sudah bisa dilaksanakan selama Nataru di beberapa pusat perbelanjaan dengan baik seiring dengan dibukanya mal pertama kali untuk anak bisa berkunjung di mal selama 2 tahun tidak boleh,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu Muhadjir menyatakan evaluasi itu dilakukan dalam rangka untuk menilai secara kritis tentang kelemahan-kelemahan penanganan Covid-19 selama Nataru 2021-2022. Namun di antara kelemahan yang ada, ia menyebut ada praktik baik selama penanganan, termasuk memadukan vaksinasi dengan protokol kesehatan (prokes) dan 3T (testing, tracing, treatment).

“Secara prinsip, pengendalian Covid-19 di masa libur Nataru telah dilaksanakan dengan baik melalui sinergitas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Hasil evaluasi Nataru ini patut dijadikan penyempurnaan pengendalian Covid-19 menghadapi tahun 2022, terutama saat libur Lebaran/ Idul Fitri mendatang,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI