Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ketua Satgas Covid-19: Kebijakan Penanganan Covid-19 Disesuaikan Ancamannya

Senin, 17 Januari 2022 | 22:22 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto (kedua kanan) melakukan inspeksi mendadak ke tiga tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), Selasa, 4 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto mengatakan, hasil evaluasi penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah melalui rapat terbatas dengan semua elemen terkait pada setiap minggu tak jarang melahirkan kebijakan baru.

Menurut Suharyanto, munculnya kebijaka baru disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah adanya karakteristik ancaman dari virus itu sendiri yang juga mengalami perubahan.

"Setiap minggu kita melaksanakan rapat kerja untuk evaluasi. Kemudian dilihat perkembangan ancamannya. Omicron ini kita evaluasi terus menerus sehingga kebijakannya pun berubah menyesuaikan dengan karakteristik ancamannya yang juga berubah-ubah," jelas Suharyanto dalam Rapat Evaluasi Pengendalian Covid-19 pada Masa Nataru dan Antisipasi Penyebaran Varian Omicron, Senin (17/1/2021).

Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berlangsung di Kantor Kemenko PMK di Jakarta.

Suharyanto menuturkan, adanya perubahan tentang penetapan masa karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari 14 hari menjadi 10 hari merupakan bagian dari hasil evaluasi kebijakan sebelumnya.

Aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2022 itu diputuskan berdasarkan masukan dari rapat terbatas dan melalui berbagai pertimbangan yang dirumuskan bersama para ahli.

Adapun dengan adanya perubahan kebijakan itu, Suharyanto meminta agar masyarakat dapat memahami dan segera menyesuaikan diri, sebab kebijakan itu diatur semata-mata agar virus tidak luas dan pertumbuhan ekonomi menjadi semakin baik.

"Tidak ada lagi kebijakan pembatasan negara yang masuk. Dulu kan kita mengenal semula 13 negara, kemudian 14 negara. Semula 14 hari karantina kemudian 10 hari. Nah sekarang 7 hari. Ini buktinya kita melakukan evaluasi kebijakan-kebijakan," jelas Suharyanto.

"Tentunya supaya virusnya tidak menyebar, namun juga pertumbuhan ekonomi di negara kita bisa semakin baik," imbuhnya.

Sebelumnya di rapat yang sama Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan bahwa pengendalian mobilitas masyarakat selama libur Nataru 2021-2022 dapat dilakukan dengan sangat baik. Adapun hal itu dapat dicapai atas kerja sama dan pelibatan seluruh unsur komponen bangsa meliputi TNI, Polri, Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah dan tentunya kedisiplinan masyarakat.

Keberhasilan untuk menjaga laju penularan Covod-19, menurut Muhadjir, menunjukkan bahwa seluruh komponen bangsa dapat bekerja sama dengan baik selama masa libur Nataru.

"Keberhasilan untuk menjaga laju Covid-19 juga menunjukkan bahwa Kementerian Lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dapat bekerja sama dengan baik selama Nataru 2021-2022," kata Muhadjir.

Di sisi lain, tren kenaikan kasus positif pada masa Nataru 2021-2022 bersifat fluktuatif, akan tetapi secara umum dapat dikendalikan dengan baik.

Lebih lanjut, Muhadjir meminta agar seluruh unsur komponen bangsa dapat meningkatkan sinergitas untuk mengendalikan Covid-19 varian Omicron dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi.

"Untuk menangani kasus Omicron, perlu langkah-langkah antisipasi lanjutan, antara lain terus memantau penerapan protokol kesehatan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, percepatan vaksinasi termasuk booster dan lain-lain," pungkas Muhadjir.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI