Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

BPJS Kesehatan Harap Kenaikan Tarif INA-CBGs Dilakukan Selektif

Kamis, 20 Januari 2022 | 20:49 WIB
Oleh : Herman / FMB
Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mahlil Ruby dalam diskusi panel Outlook JKN 2022, 20 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Kelas rawat inap standar (KRIS) atau kelas tunggal dalam program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) akan mulai diimplementasikan pada 2022 ini.

Tarif Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs) untuk rumah sakit dan kapitasi untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) juga akan disesuaikan. Saat ini besaran kenaikan tarif INA-CBGs maupun kapitasi masih dalam proses review dan perhitungan oleh Kementerian Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), BPJS Kesehatan, serta asosiasi fasilitas kesehatan.

INA CBG merupakan rata-rata biaya yang dihabiskan oleh untuk suatu kelompok diagnosis. Misalnya, seorang pasien menderita demam berdarah. Dengan demikian, sistem INA-CBG sudah menghitung layanan apa saja yang akan diterima pasien tersebut, berikut pengobatannya, sampai dinyatakan sembuh atau selama satu periode di rawat di rumah sakit.

Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mahlil Ruby menyampaikan, dalam memberikan masukan terkait kenaikan besaran tarif INA-CBG’s, menurutnya perlu diperhitungkan agar jangan sampai BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit, sehingga tidak mampu membayar klaim perawatan fasilitas kesehatan. Lembaganya juga meminta agar kenaikan tarif INA-CBGs dilakukan secara selektif dan bertahap.

“Pertimbangan kedua, masih banyak aspek-aspek yang belum tepat seperti grouping, klasifikasi. Mungkin sambil itu bisa dilihat, atau seperti yang dikatakan Bu Yuli (Plt Kepala P2JK Kementerian Kesehatan Yuli Farianti), selektif dulu. Karena kalau dinaikan seluruhnya, mungkin akan menjadi pertimbangan tadi (mengalami defisit). Tetapi kalau selektif, mungkin dilihat yang paling sangat rendah, dinaikkan,” kata Mahlil Ruby dalam diskusi panel Outlook JKN 2022, Rabu (20/1/2022).

Ke depan, lanjut Mahlil, BPJS Kesehatan juga akan mengembangkan sistem pembayaran berbasis kinerja atau pay for performance. Model ini akan diterapkan lebih dulu di tingkat FKTP untuk selanjutnya akan diterapkan di rumah sakit.

“Jadi BPJS Kesehatan juga mengendalikan agar seluruh pelayanan yang ada betul-betul sesuai dengan kebutuhannya dan tidak terjadi adanya potensi fraud. Jadi, titipan kita, pengendalian saja. Silahkan tarif INA-CBG’s naik, wajar untuk naik. Diperhatikan kemampuan atau ketahanan dari dana jaminan kesehatan. Kita siap mengeksekusi kalau itu sudah masuk dalam pertimbangan Kementerian Kesehatan,” kata Mahlil.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI