Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Satgas: Belum Ditemukan Gejala Khas dari Kasus Omicron

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:59 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Wiku Adisasmito.

Jakarta, Beritasatu.com - Hingga saat ini, para ahli termasuk World Health Organization (WHO) menyatakan belum ada gejala khas yang ditimbulkan dari kasus positif Covid-19 varian Omicron.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pada konferensi pers tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia”, Kamis (20/1/2022) malam.

Ia menyebutkan, populasi yang terkena varian Omicron adalah lansia, penderita komorbid, belum divaksin lengkap akibat belum terbentuk kekebalan tubuh yang sempurna dan para pekerja publik termasuk tenaga kesehatan (nakes) yang menjalankan aktivitas dan intensitas tinggi.

“Secara spesifik orang-orang pada kelompok rentan dimohon untuk mengurangi frekuensi interaksi dengan kontak erat, mengurangi bepergian ke tempat yang ramai atau kerumunan terutama bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk divaksin,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi tren kenaikan kasus Omicron, Wiku mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk kembali meminimalisir kegiatan tatap muka seperti bekerja dari kantor dengan sistem work from home (WFH) serta meminimalisir mobilitas keluar negeri jika tidak dalam keadaan mendesak.

Bahkan, telah dirilis Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) baik di wilayah Jawa-Bali melalui Inmendagri Nomor 3 Tahun 2022 dan wilayah luar Jawa -Bali melalui Inmendagri Nomor 4 Tahun 2022.

Wiku meminta pemerintah daerah (pemda) serta penyelenggara kegiatan masyarakat dapat mencermati detail aturan Inmendagri sebagai pedoman aturan protokol kesehatan (prokes) yang spesifik di setiap sektor.

“Mohon untuk terus di-update sesuai dengan dinamika kondisi kasus dan terus melakukan pengendalian kasus Covid-19 lainnya, khususnya bagi daerah-daerah dengan kasus Covid-19 dan intensitas mobilitas yang tinggi dan berdekatan,” ucapnya.

Wiku menegaskan, pemerintah berupaya keras melakukan perbaikan berkelanjutan demi menekan penularan virus di level komunitas melalui kebijakan efektif yang berlandaskan data dan fakta ilmiah.

“Untuk itu, ke depannya pemerintah akan membuat kebijakan adaptif. Mari kita bersama-sama bertahan untuk melawan Covid-19 bersama dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap produktif beraktivitas dengan hati-hati,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI