Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:13 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Siti Nadia Tarmizi.

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada 87 jemaah terinfeksi Covid-19 dan 10 di antaranya probable Omicron.

Nadia menyebutkan, para jemaah umrah ini tertular selama perjalanan saat kembali ke Tanah Air. “ Bisa saja saat kepulangan belum terdeteksi tapi dalam perjalanan,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (21/1/2021).

Nadia mengatakan, kasus Covid-19 yang berasal dari jemaah haji ini berstatus orang tanpa gejala (OTG). Nadia juga mengumumkan hingga hari ini, Jumat (21 /1/2022), kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia tembus 1.078. Ia menyebutkan, 1.078 pasien ini terdiri dari 756 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 257 kasus transmisi lokal, dan 65 masih dalam penyelidikan epidemiolog.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia tidak akan dihentikan. Menag Yaqut juga memastikan bahwa proses keberangkatan jemaah umrah akan tetap menerapkan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP).

“Tidak ada pemberhentian umrah. Saya juga sudah meminta kepada Pak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah agar keberangkatan jemaah tetap menerapkan one gate policy,” tegas Menag saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR, di Senayan-Jakarta, Senin (17/1/2022).

“One gate policy tetap diberlakukan. Jangan kemudian di masing-masing daerah bisa terbang sendiri-sendiri,” ujarnya melalui keterangan pers diterima Beritasatu.com.

Menurut Menag, keberangkatan jemaah umrah tetap berjalan. Sebab, tidak ada UU yang melarang warga negara pergi ke luar negeri, termasuk untuk menjalankan ibadah umrah, kalau sudah mendapatkan visa. Kecuali kalau yang bersangkutan terkena masalah hukum.

“Jadi kalau sudah mendapat visa, dia berhak ke luar negeri. Tapi pemerintah berhak melakukan pengaturan. Penerapan one gate policy adalah bagian dari pengaturan yang diberlakukan pemerintah,” ucapnya.

Menag mengaku awalnya ada usulan untuk mencabut pengaturan one gate policy. Namun, setelah proses evaluasi, apalagi ada kasus tim advance penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang terkena Omicron, diputuskan kebijakan satu pintu tetap diberlakukan.

“Kita masih pakai one gate policy saja masih ada yang kena, apalagi kalau dicabut, akan sangat riskan,” pesannya.

Menag menyebutkan, jemaah umrah Indonesia diberangkatkan kali pertama pada pada 8 Januari 2022. Sampai dengan keberangkatan pada 15 Januari 2022, total ada 1.731 jemaah umrah yang sudah berangkat ke Arab Saudi. Dari jumlah itu, ada 400 jemaah yang akan kembali ke Tanah Air pada hari ini.

“Kita sudah melakukan evaluasi terhadap tim advance yang pulang dari Saudi. Evaluasi akan dilakukan lebih komprehensif seiring kepulangan jemaah umrah yang pertama,” tutur Menag.

Terkait kemungkinan asrama haji Pondok Gede menjadi tempat karantina kepulangan jemaah umrah, Menag mengaku masih belum mendapatkan persetujuan dari Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19. Meski demikian, proses komunikasi terus dilakukan.

“Pak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah masih terus melakukan komunikasi agar asrama haji bisa diterima sebagai tempat karantina kepulangan karena biayanya juga lebih murah dibanding tempat lain. Saya kira ini bisa meringankan jemaah umrah,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI