Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Hadapi Puncak Kasus Omicron, Nadia: Percepat Vaksinasi Primer dan Booster

Sabtu, 22 Januari 2022 | 16:11 WIB
Oleh : Wilsa Azmalia Putri / WM
Siti Nadia Tarmizi.

Jakarta, Beritasatu.com – Puncak kasus Covid-19 akibat varian Omicron diprediksi akan terjadi pada Februari dan awal Maret. Menanggapi hal itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah akan tetap bergerak dengan rencana awal yakni mempercepat vaksinasi primer dan booster.

“Sampai saat ini percepatan vaksinasi primer dan booster terutama untuk lansia harus kita percepat, selain dengan melakukan protokol kesehatan (prokes) serta memperkuat testing dan tracing, sambil nantinya akan dievaluasi lebih lanjut,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (22/1/2022)

Selain itu, Nadia juga mengungkapkan, program vaksinasi booster yang sedang berlangsung berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala atau masalah di lapangan. “Iya sejauh ini berjalan baik,” ujar Nadia.

Untuk penerapan protokol kesehatan, dikatakan Nadia, pihaknya telah memberikan instruksi kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk kembali mengaktifkan perangkat pengawasan seperti Satpol PP dalam mengawasi penerapan prokes di daerah masing-masing.

“Kita minta Pemda segera memastikan satgas prokes aktif kembali seperti keterlibatan Satpol PP, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas),” jelas Nadia. Sedangkan, mengenai bentuk pengawasan serta penindakan bagi masyarakat yang melanggar prokes, Nadia menyebut hal tersebut diserahkan kepada masing-masing pemda.

Percepatan vaksinasi booster, sebelumnya sudah sempat disinggung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers, Minggu (16/1/2022). Dalam kesempata itu, Budi menyebut warga DKI Jakarta dan Jabodetabek akan dipercepat dalam penerimaan vaksinasi booster sebagai persiapan di saat terjadinya gelombang kenaikan kasus Omicron.

Hal ini menyusul dengan situasi DKI Jakarta yang menjadi wilayah penyumbang terbesar kasus Covid-19 terutama varian Omicron untuk kasus transmisi lokal. Terhitung, per Jumat (21/1/2022) kasus harian Covid-19 bertambah 2.604. Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak kasus baru yakni sebanyak 1.484, sehingga total kasus Covid-19 di ibu kota menjadi 875.743.

Sementara, dari keterangan Menkes Budi, 85% atau 200 kasus dari total 257 kasus transmisi lokal Omicron berada di DKI Jakarta. Kasus transmisi lokal terbesar ada di DKI Jakarta sebanyak 220, disusul Jawa Barat 14 kasus, Banten 11 kasus, Jawa Timur 9 kasus, Nusa Tenggara Barat (NTB) 2 kasus, dan Sulawesi Selatan 1 kasus.

Disebutkan, per Jumat (21/1/2022) kasus positif Omicron di Indonesia telah tembus 1.078 kasus yang terdiri dari 756 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 257 kasus transmisi lokal, dan 65 masih dalam penyelidikan epidemiolog



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI