Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Persentase Korban Jiwa Akibat Omicron Sangat Kecil

Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:35 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap menyemprotkan disinfektan di SMPN 43 Jakarta, Kamis, 20 Januari 2022. Kementerian Kesehatan melaporkan, hingga 20 Januari 2022) pagi, tercatat sebanyak 882 kasus covid-19 varian Omicron di Indonesia yang terdiri atas 710 kasus pelaku perjalanan luar negeri, 161 kasus transmisi lokal dan 11 kasus yang masih belum diketahui asalnya.

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya dua korban jiwa pertama di Indonesia akibat varian Omicron, Sabtu (22/1/2022), atau hanya 0,17% dari 1.161 kasus yang sudah dikonfirmasi sejauh ini.

Dalam keterangannya, Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan dua pasien meninggal tersebut didiagnosa kormobid atau mengalami penyakit bawaan selain Covid-19.

Sebelumnya dia juga beberapa kali mengatakan sebagian besar kasus Omicron di Indonesia hanya bergejala ringan atau malah tanpa gejala sama sekali.

Meskipun jumlah kasus harian Covid-19 mengalami lonjakan cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir, bersamaan dengan meningkatnya kasus Omicron, hal tersebut tidak mendorong angka kematian akibat virus yang sangat menular tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus baru harian melebihi 2.000 dan bahkan emcapai 3.205 pada Sabtu. Namun demikian, jumlah korban jiwa akibat Covid-19 tidak pernah mencapai dua digit dalam sehari sejak awal bulan ini.

Singapura juga baru melaporkan satu korban jiwa akibat Omicron, seorang pasien perempuan berusia 92 tahun dan belum divaksin.

Di Filipina, dari 500 pasien Omicron, dua orang meninggal dan keduanya tidak divaksin, berusia di atas 60 tahun, dan memiliki penyakit bawaan.

Meskipun rata-rata kasus Omicron bergejala ringan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan agar wabah varian ini tidak diremehkan.

“Kasus Omicron mungkin tidak terlalu parah secara pukul rata, tetapi narasi yang menyebutnya sebagai penyakit ringan adalah hal yang menyesatkan, bisa mengganggu penanganannya dan bisa menyebabkan lebih banyak korban jiwa lagi,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus belum lama ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI