Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kapolri Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah untuk Kemaslahatan Umat

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:15 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan saat menghadiri Ground Breaking Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 23 Januari 2022.

Bandung, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi PP Muhammadiyah yang terus berkontribusi untuk kemaslahatan umat, salah satunya di bidang kesehatan dengan membangun rumah sakit.

Muhammadiyah adalah salah satu ormas terbesar di Indonesia yang sangat concern terkait kegiatan-kegiatan kemaslahatan umat. Khususnya, bidang kesehatan yang dimulai di tahun 1923, dan sampai saat ini kurang lebih sudah ada 115 rumah sakit.

"Ground breaking yang dilaksanakan saat ini adalah rumah sakit yang ke-116," kata Sigit dalam sambutannya pada acara ground breaking atau peletakan batu pertama Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RS MBS) di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Jawa Barat, Minggu (23/1/2022).

Ground breaking RS MBS ini, menurut Sigit, merupakan kontribusi dan perjuangan nyata yang terus dilakukan PP Muhammadiyah demi kemaslahatan umat yang sesuai dengan matan keyakinan dan cita-cita hidup mewujudkan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Mantan Kapolda Banten ini memastikan, Polri, kementerian, lembaga, maupun stakeholder lainnya, siap mendukung penuh segala program yang dicanangkan oleh Muhammadiyah demi kepentingan masyarakat luas.

"Kami, Polri serta seluruh kementerian/lembaga dan elemen masyarakat tentunya terus mendukung upaya-upaya, kerja keras dari PP Muhammadiyah untuk terus berkontribusi di bidang kesejahteraan masyarakat, kesehatan, dan pendidikan masyarakat," ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini berharap, PP Muhammadiyah terus berada di lini terdepan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul, serta mempersiapkan generasi penerus bangsa untuk memiliki kemampuan di berbagai bidang.

Sehingga kata Sigit, generasi penerus bangsa nantinya akan semakin siap menghadapi segala tantangan zaman ke depannya. Dengan begitu, Sigit optimistis di tahun 2045 bangsa ini akan dapat mewujudkan Indonesia Emas.

"Nantinya, kita betul-betul mampu mewujudkan insan-insan, anak-anak kita dan masyarakat untuk masuk menuju, dan mengantar mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045," kata Sigit.

Sigit juga mengapresiasi PP Muhammadiyah yang selama ini ikut berkontribusi dan berperan aktif bersama pemerintah, TNI-Polri, dan elemen masyarakat lainnya dalam hal penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Di mana kita ketahui Muhammadiyah memiliki dan membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang dalam kegiatannya, mulai dari bagaimana MCCC ini ikut berkontribusi dalam protokol kesehatan, merawat masyarakat yang sakit. Karena kurang lebih ada 86 lebih rumah sakit rujukan dipersiapkan dari Muhammadiyah untuk para penderita Covid-19," papar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, Muhammadiyah juga ikut menggelar akselerasi vaksinasi serta mengerahkan para tenaga vaksinator untuk mewujudkan kekebalan komunal terhadap virus Covid-19.

Berkat kerja keras PP Muhammadiyah dan seluruh pihak tersebut, Sigit mengungkapkan bahwa, Indonesia saat ini berada di peringkat ke empat di seluruh dunia dengan jumlah vaksinasi lebih dari 300 juta.

"Dan juga menjadi negara nomor satu di Asia Tenggara terkait kemampuan kita mengendalikan laju Covid-19 dan ini semua tidak lepas dari kontribusi dari PP Muhammadiyah dalam kontribusi dan fokus dalam penanggulangan Covid-19," jelas Sigit.

Di akhir sambutannya, Sigit kembali menyampaikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah dan berharap ke depannya terus melakukan pengembangan program terkait dengan kemaslahatan umat. Ia meyakini, apa yang dilakukan itu sangat bermanfaat dan sesuai dengan harapan dari masyarakat Indonesia.

Sigit juga berharap Rumah Sakit Muhammadiyah ke depannya bisa dikembangkan dengan standar fasilitas kesehatan bersifat internasional. "Sehingga, hal itu akan mengurangi ketergantungan masyarakat yang berobat ke luar negeri," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI