Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Satgas Covid-19: Tingkatkan Tracing di Jakarta, Jabar, dan Banten

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:38 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM
Alexander Ginting.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting menyatakan, kontak tracing dan testing di wilayah Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten harus ditingkatkan.

Hal ini dikarenakan pada Sabtu (22/1/2022), kasus baru mencapai angka 3.205. Tiga provinsi menyumbang kasus Covid-19 tertinggi, yakni DKI Jakarta (1.825 kasus), Jawa Barat (641 kasus), dan Banten (451 kasus).

"Langkah ini sebagai perlakuan khusus untuk daerah yang paling tinggi peningkatan kasus atau penyumbang kasus Covid-19," katanya kepada Beritasatu.com, Minggu (23/1/2022).

Selain itu, isolasi terpusat (isoter) harus disiapkan karena yang sakit tidak mungkin semuanya harus dirawat di rumah sakit. Hal ini karena keterbatasan tempat tidur, jadi harus dipersiapkan juga isoter.

"Kalau gejalanya sedang dan berat baru dirawat rumah sakit. Untuk untuk masyarakat yang memiliki rumah cukup luas dan memenuhi persyaratan lengkap memiliki fasilitas, boleh lakukan karantina di rumah. Tetapi kalau tidak, harus di isoter," jelas Alexander.

Ia pun memberikan alasan ketiga daerah tersebut paling tinggi peningkatan kasusnya. Hal ini dikarenakan termasuk wilayah padat penduduk dan pemukiman, menjadi pintu keluar masuk pekerja migran, dan daerah industri dengan banyak karyawan dibanding daerah lain.

"Maka dari itu, intervensi Satgas Penanganan Covid-19 terhadap kenaikan ini adalah melakukan penguncian karantina di pelabuhan laut, bandara udara, beberapa titik darat," ungkap dia.

Sementara untuk keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) saat ini sudah terjadi peningkatan, meski tidak setinggi sebelumnya. Hanya memang rumah sakit sudah siap saat bulan Juli tahun kemarin.

Terkait prediksi puncak Covid-19 pada awal Februari, saat ini memang sedang terjadi tren peningkatan kasus Covid-19, khususnya dua minggu terakhir. Kasus harian naik, angka BOR atau keterisian tempat tidur di rumah sakit aglomerasi juga naik 19 % minggu lalu.

"Kalau minggu ini sudah naik jadi 25%. Tetapi bedanya itu mortalitasnya (kematian rata-rata dari penduduk dalam suatu daerah) tidak tinggi, apalagi volume kematian baru terjadi 2 yang diumumkan pihak Kemenkes kemarin. Hal ini artinya masih tergolong kecil," ungkap dia.

Dengan demikian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selalu dievaluasi setiap seminggu dan dua minggu oleh pemerintah. Khusus Jawa-Bali seminggu sekali dan di luar Jawa-Bali dua minggu sekali.

"Segera tarik rem PPKM atau tidak itu nanti akan ada evaluasinya. Jadi masih terus dikaji, kecuali pandemi Covid-19 ini ditarik atau dicabut," kata Alexander.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI