Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Inmendagri PPKM Jawa-Bali Terbaru, Daerah Level 1 Bertambah

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:38 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAR
Ilustrasi Covid-19.

Jakarta, Beritasatu.com – Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2022 tentang PPKM Jawa-Bali telah diterbitkan. Jumlah daerah yang masuk kategori level 1 bertambah. Inmendagri tersebut merupakan perpanjangan Inmendagri 3/2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Jawa-Bali.

“Terdapat peningkatan jumlah daerah yang berada pada level 1, dari 47 kabupaten/kota menjadi 52 kabupaten/kota, sedangkan level 2, mengalami penurunan dari 80 kabupaten/kota menjadi 75 kabupaten/kota, begitu juga dengan level 3 tetap 1 kabupaten/kota,” kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Selasa (25/1/2022).

Indikator yang digunakan dalam melakukan penilaian daerah masih sama dengan pengaturan PPKM sebelumnya. Hal yang dimaksud, yaitu Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Kemudian, ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis pertama dan kedua untuk kalangan lanjut usia di atas 60 tahun.

Penyesuaian juga dilakukan terhadap wilayah aglomerasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, Surabaya Raya, Malang Raya serta Bali. Penilaian wilayah aglomerasi dihitung sebagai satu kesatuan dan untuk penilaian Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19, serta pada daerah yang aktif melakukan perbaikan data.

“Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kabupaten/kota untuk melakukan perbaikan data terkait Covid–19,” ujar Safrizal.

Adapun untuk pengaturan beberapa hal selama PPKM tidak mengalami perubahan. Pembelajaran tatap muka (PTM) berpedoman pada SKB empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Kemudian, pemberlakuan work from office (WFO) maksimal 25 persen untuk pegawai non-esensial yang sudah divaksin di daerah level 3, sebanyak 50 persen (level 2), dan 75 persen (level 1).

Untuk sektor esensial, maksimal staf adalah 50 persen WFO untuk level 3, sebanyak 75 persen (level 2), dan 100 persen (level 1). Selanjutnya, kapasitas 100 persen untuk sektor esensial di level 3 hingga level 1 dan wajib mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi.

“Untuk sektor ritel, supermarket dapat beroperasi hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 50 persen untuk level 3, sedangkan di level 2 maksimal 75 persen dan 100 persen untuk level 1,” kata Safrizal.

Untuk pasar rakyat di level 3 dapat beroperasi hingga pukul 17.00 dengan kapasitas 50 persen, sedangkan di level 2 dapat beroperasi hingga pukul 18.00 dengan maksimal 75 persen. Untuk level 1 dapat beroperasi maksimal 100 persen dan wajib mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi.

Mal dan pusat perbelanjaan di level 3 dan 2 dapat beroperasi hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 50 persen, sedangkan level 1 dapat beroperasi hingga pukul 22.00 dengan kapasitas maksimal 100 persen.

Untuk bioskop di level 3, maksimal penonton 50 persen, sedangkan di level 2 dan 1 kapasitas maksimal 70 persen dengan tetap mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi.

Terkait kegiatan olahraga, kompetisi sepakbola Liga 1 dan 2 hanya di wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 3, level 2, dan level 1. Kemudian, kompetisi Liga Futsal Professional Indonesia dapat dilaksanakan di kota Jakarta Timur, kota Semarang, kota Yogyakarta, dan kota Surabaya pada 8 Januari-28 Agustus 2022. Kompetisi Developmental Basketball League (DBL) dapat dilaksanakan di Solo pada 27 Januari-5 Februari 2022.

“Inmendagri ini berlaku pada tanggal 25 Januari 2022 sampai dengan 31 Januari 2022,” ucap Safrizal.

Mengingat sebagian kasus terjadi di Jabodetabek, Safrizal mengatakan pemerintah daerah (pemda) perlu melakukan akselerasi vaksinasi booster di kabupaten/kota dengan tingkat capaian vaksinasi yang sudah tinggi.

Menurutnya, Jawa-Bali merupakan episentrum Covid-19 varian Omicron. Karenanya, vaksinasi dosis kedua untuk lansia harus terus dikejar. Pemda serta jajaran forkopimda diharapkan untuk terus mengejar vaksinasi dosis kedua untuk umum dan lansia mencapai 70 persen. Demikian halnya dengan vaksinasi anak, mengingat PTM sudah dilakukan 100 persen.

“Deteksi dapat ditingkatkan dengan tes epidemiologi versus tes screening, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, surveilans genomik di daerah berpotensi lonjakan kasus, serta penguatan surveilans di pintu masuk negara,” kata Safrizal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI