Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pfizer dan BioNTech Menguji Vaksin Khusus Omicron

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Kombinasi foto file dengan logo perusahaan farmasi multinasional AS Pfizer (atas) di lokasi produksi vaksin Covid-19 di Puurs, Belgia, pada 22 Desember 2020, dan logo BioNTech (bawah) di kantor pusat perusahaan biofarmasi di Mainz, Jerman barat.

New York, Beritasatu.com- Pfizer dan BioNTech menyatakan pada Selasa (25/1/2022) sedang memulai uji klinis vaksin Covid-19 versi baru khusus menarget Omicron.

Seperti dilaporkan Reuters, perusahaan berencana untuk menguji respon imun yang dihasilkan oleh vaksin berbasis Omicron baik sebagai rejimen tiga dosis pada orang yang tidak divaksinasi dan sebagai dosis vaksin penguat untuk orang yang telah menerima dua dosis vaksin asli produksi awal.

Pfizer dan BioNTech juga menguji dosis keempat vaksin saat ini terhadap dosis keempat vaksin yang berbasis Omicron pada orang yang menerima dosis ketiga vaksin Pfizer-BioNTech tiga hingga enam bulan sebelumnya.

Perusahaan berencana untuk mempelajari keamanan dan tolerabilitas vaksin di lebih dari 1.400 orang yang akan terdaftar dalam uji coba.

"Sementara penelitian saat ini dan data dunia nyata menunjukkan bahwa vaskin penguat terus memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah dan rawat inap dengan Omicron, kami menyadari perlunya bersiap jika perlindungan ini berkurang seiring waktu dan berpotensi membantu mengatasi Omicron dan varian baru di masa depan," kata kepala penelitian dan pengembangan vaksin Pfizer, Kathrin Jansen.

Pfizer menyatakan bahwa rejimen dua dosis dari vaksin asli mungkin tidak cukup untuk melindungi terhadap infeksi dari varian Omicron, dan bahwa perlindungan terhadap rawat inap dan kematian mungkin berkurang.

Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyatakan dosis ketiga vaksin mRNA seperti vaksin Pfizer-BioNTech telah memberikan perlindungan 90 persen terhadap rawat inap karena Covid-19.

Beberapa negara sudah mulai menawarkan dosis vaksin penguat atau tambahan, tetapi penelitian terbaru dari Israel menunjukkan bahwa sementara dosis keempat vaksin mRNA meningkatkan antibodi, levelnya tidak cukup tinggi untuk mencegah infeksi oleh varian Omicron.

Kepala Eksekutif BioNTech Ugur Sahin mengatakan kepada Reuters pada bulan November bahwa regulator kemungkinan tidak akan memerlukan pengujian vaksin berbasis Omicron pada manusia karena BioNTech dan Pfizer telah membuat versi vaksin untuk menargetkan varian Alpha dan Delta sebelumnya, dengan uji klinis terus berlanjut.

Namun, perdebatan tampaknya telah bergeser ketika Badan Obat Eropa (EMA) menyatakan pada Jumat bahwa regulator internasional sekarang lebih suka studi klinis dilakukan sebelum persetujuan vaksin baru.

“Studi-studi ini harus menunjukkan bahwa antibodi penetralisir dalam darah peserta lebih unggul daripada yang ditimbulkan oleh vaksin saat ini. Fitur lain yang diinginkan dari vaksin yang ditingkatkan adalah untuk melindunginya dari varian lain yang menjadi perhatian,” kata EMA.

Varian Omicron telah menggantikan varian Delta sebagai garis keturunan dominan di banyak bagian dunia. Omicron sendiri sekarang terpecah menjadi subvarian yang berbeda, salah satunya, BA2, yang menimbulkan kekhawatiran khusus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI