Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Covid-19 Naik, Asesmen Level PPKM Ikuti Aturan Berlaku

Kamis, 27 Januari 2022 | 23:42 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / FFS
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting.

Jakarta, Beritasatu.com - Asesmen level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tetap mengikuti aturan yang berlaku, meski kasus Covid-19 terus menunjukkan kenaikan.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, dr Alexander Kaliaga Ginting menanggapi saran Ketua Satgas Covid-19 IDI Prof Zubairi Djoerban yang meminta pemberlakuan PPKM dinaikkan ke level yang lebih tinggi melihat tren kenaikan kasus harian Covid-19.

Pada Rabu (26/1/2022) kemarin, kenaikan kasus harian positif Covid-19 mencapai angka 7.010, positivity rate 2,87%. BOR rumah sakit nasional 9,77%, kasus aktif menjadi 29.277.

Alexander mengatakan data tersebut merupakan kasus nasional, bukan hanya wilayah Jakarta dan aglomerasinya Bodetabek. Asesmen level PPKM yang akan diterapkan kembali harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Jadi seluruh Indonesia yang baru melaporkan kasus Omicron baru tujuh wilayah atau daerah, selebihnya kan masih kasus Covid-19 yang mungkin variannya Delta, Beta dan Gamma. Sementara Omicron didominasi DKI, Jabar dan Banten," katanya kepada Beritasatu.com, Kamis (27/1/2022).

Sementara untuk menaikkan level PPKM itu ada ukurannya. Misalnya saja angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit, positivity rate, kasus harian, kasus aktif dan lainnya sesuai dengan yang sudah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Jadi yang baru terasa ini adalah penularannya, tapi kematiannya atau mortalitasnya kan tidak. ICU rumah sakit terbilang sedikit. Meski BOR naik, tetapi ingat bahwa kenaikan kasus sekarang ini bisa saja dampak dari libur Nataru baru yang selesai awal Januari ditambah dua minggu ini," ungkap Alexander.

Menurutnya, saat ini menjadi terasa penjumlahan akibat libur Nataru dan akibat Omicron yang dibawa dari luar negeri ke dalam negeri dan sudah bertransmisi lokal.

"Level PPKM ini dilihat dari poin-poin PPKM yang sudah ditetapkan. Misal saat ini DKI Jakarta level 2 kalau dinaikkan menjadi level 3 harus sudah melampaui angka positivity rate atau persentase kasus positif pada angka ideal yang ditetapkan WHO, yakni diatas 5% dan mortalitas (angka kematian) 3-5 kasus dan lainnya. Jadi tidak bisa asal menaikkan," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI