Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Omicron Meningkat, Presiden: Tetap Tenang, Tidak Panik

Jumat, 28 Januari 2022 | 17:21 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / YUD
Presiden Jokowi secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin, 24 Januari 2022.

Bogor, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyusul kenaikan signifikan kasus Covid-19 varian Omicron di Tanah Air.

Imbauan itu disampaikan Kepala Negara secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/1/2022).

“Saya minta bapak, ibu, saudara sekalian tetap tenang, tidak panik. Laksanakan selalu protokol kesehatan, kurangi aktivitas yang tidak perlu,” kata Kepala Negara.

Ia secara khusus mengajak masyarakat untuk disiplin menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas agar tidak tertular virus Covid-19.

“Saya mengajak saudara-saudara sekalian menjaga kesehatan diri sebaik-baiknya untuk meningkatkan imunitas. Semoga kita semua berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh sangat penting. Apalagi saat ini, Indonesia sedang menghadapi lonjakan kasus harian Covid-19, utamanya varian Omicron.

“Dan, kenaikan ini diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan,” katanya.

Belajar dari dari lonjakan kasus Omicron yang sudah terjadi terlebih dulu di berbagai negara, pemerintah sudah melakukan banyak persiapan untuk menghadapinya. Perbaikan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, disesuaikan dengan karakter varian Omicron, yang berbeda dengan sebelumnya dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula, salah satunya melalui layanan telemedicine, aplikasi layanan kesehatan.

“Tak semua kasus Covid-19, Omicron membutuhkan layanan langsung karena gejalanya tidak membahayakan. Yang paling penting, meminimalkan kontak. Ini akan mencegah penyebaran yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Presiden Jokowi, ketika hasil tes PCR menunjukkan positif tanpa ada gejala, silakan melakukan isolasi mandiri di rumah selama 5 hari. Demikian juga apabila mengalami gejala batuk, pilek, atau demam silakan gunakan layanan telemedicine atau ke Puskesmas atau ke dokter terdekat.

Langkah itu diperlukan agar beban fasilitas kesehatan dari Puskesmas sampai rumah sakit bisa berkurang.

“Ini penting agar fasilitas kesehatan kita dapat lebih fokus menangani pasien dengan gejala berat maupun pasien-pasien dengan penyakit lain yang membutuhkan layanan yang intensif,” kata Presiden Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI