Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Satgas Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Signifikan di 3 Provinsi

Jumat, 28 Januari 2022 | 23:40 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / FFS
Ratusan penumpang kereta api antri menuju peron di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat 28 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting mengatakan, ada beberapa aspek menjadi penyebab terjadinya gap cukup signifikan terhadap peningkatan kasus Covid-19 di tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Menurutnya, peningkatan kasus Covid-19 akibat liburan panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal itu, berkaca dari peningkatan kasus Covid-19 terjadi setiap ada liburan.

“Jadi kenaikan kasus itu merata di beberapa provinsi dan kabupaten/kota di Jawa dan sebagian Sumatra,” kata Alexander saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (28/1/2021).

Selain itu, munculnya varian Omicron. Alexander menuturkan, varian ini ada di Indonesia karena kedatangan para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Varian tersebut berkembang sangat cepat di DKI Jakarta dan telah ditemukan varian Omicron transmisi lokal.

Alexander juga mengatakan, ketidakpatuhan protokol kesehatan (prokes) 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) yang terjadi di rumah maupun di sektor publik menjadi penyebab kasus Covid-19 semakin meningkat.

Selanjutnya, kata Alexander, kenaikan kasus Covid-19 di tiga provinsi ini karena daerah aglomerasi. Selain itu, dipicu oleh adanya daerah penyangga yang hingga kini cakupan vaksinasi masih rendah jika dibandingkan dengan daerah lain dalam satu aglomerasi.

“Kenaikan kasus Covid-19 terjadi karena di daerah penyangga itu vaksinasi belum setinggi di Jakarta. Di Jakarta vaksinasi 1 dan 2 tinggi dan lansia sudah cukup tinggi. Coba pergi ke kabupaten penyangga, misalnya Bogor atau kabupaten penyangga di pinggiran aglomerasi cakupan vaksinasi belum setinggi Jakarta, sehingga ada ketimpangan membuat ada kenaikan kasus,” ucapnya.

Dikatakan Alexander, kenaikan kasus Covid-19 tersebut juga dipicu oleh varian Delta. Dikatakan, varian tersebut telah menyebar ke seluruh Indonesia.

“Jadi jangan dianggap varian Delta itu sudah hilang dari Indonesia. Itu belum dan di beberapa daerah, varian Delta masih tetap yang utama meski di Jakarta itu Omicron dominan,” ucapnya.

Ketika ditanya kemungkinan kasus Covid-19 masih rendah di provinsi lain karena 3T (testing, tracing dan treatment) masih rendah, Alexander menuturkan, sebetulnya kasus di 28 provinsi yang tidak mengalami kenaikan cukup signifikan masih terkendali. Hal itu terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 masih landai hingga saat ini.

Meski demikian, ia berharap masyarakat tetap waspada kasus Omicron maupun Delta dengan patuh prokes. Sementara bagi warga yang terinfeksi Covid-19, Alexander mengimbau memanfaatkan telemedicine untuk mendapatkan paket obat atau menghubungi RT dan RW agar segera melakukan upaya 3T.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI