Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Usai Dipecat IDI, Dokter Terawan Jadi Dewan Pelindung PDSI

Minggu, 15 Mei 2022 | 21:26 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / FFS
Terawan Agus Putranto.

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) dokter Terawan Agus Putranto resmi bergabung dengan Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) usai dipecat oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

Ketua Umum PP PDSI, Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto mengatakan Terawan secara administrasi sudah bergabung bersama PDSI sejak Jumat (13/5/2022) dan diangkat sebagai dewan pelindung pada organisasi barunya tersebut.

"Iya betul dr Terawan sudah bergabung, per Jumat (13/5/2022), kemarin. Kami sudah tawari untuk masuk ke dalam kepengurusan sebagai pelindung. Cuma belum pelantikan saja," katanya ketika dikonfirmasi Beritasatu.com, Minggu (15/5/2022) malam.

Dikatakan, terdapat sejumlah nama lainnya yang yang masuk sebagai pelindung PDSI. Salah satunya yang telah ditawari adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agung Laksono.

"Semoga dan mudah-mudahan berkenan bergabung bersama kami di PDSI. Makanya Jumat kemarin, kami beraudiensi ke Agung. Sementara untuk pelindung baru dua orang yakni dr Terawan dan Agung Laksono. Akan ada calon pelindung lainnya, namun saat ini masih proses karena menunggu revisi Undang-Undang Praktik Kedokteran. Kalau nanti sudah direvisi, mau siapa pun jadi pelindung mereka siap. Kuncinya di situ," ucap Jajang.

Jajang menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar acara penyambutan untuk memperingati bergabungnya Terawan dengan PDSI. Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga akan menyampaikan status Terawan dalam kepengurusan PDSI.

"Ya semacam syukuran dr Terawan mau bergabung dengan PDSI. Namanya ada pihak yang bergabung PDSI tentu kita terima dengan upacara. Untuk waktunya nanti dicarikan harinya yang tepat, tetapi secara resmi dan administrasi sudah," ungkapnya.

Terkait keberadaan IDI sebagai organisasi tunggal profesi kedokteran, Jajang berharap ada revisi Undang-undang Praktik Kedokteran. Menurutnya, idealnya tidak hanya ada satu organisasi tunggal.

"Berharap adanya revisi UU Praktik Kedokteran, kalau tunggal itu kan terkesan otoriter nantinya," kata Jajang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI