Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dear Milenial, Begini Cara Praktis Kurangi Keringat Berlebih

Kamis, 26 Mei 2022 | 12:08 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Ilustrasi menggunakan pewangi tubuh.

Jakarta, Beritasatu.com - Padatnya aktivitas keseharian ditambah iklim tropis dengan cuaca panas yang menyengat, tentunya membuat tubuh sering mengeluarkan keringat berlebih.

Kondisi tubuh yang berkeringat, tentunya membuat penampilan kurang nyaman. Belum lagi, ancaman bau badan dan kondisi pakaian yang basah setiap saat.

Sejatinya, keringat merupakan cara alami bagi tubuh untuk membuang racun serta berbagai jenis senyawa yang jika terlalu banyak di dalam tubuh akan menjadi beracun.

Lalu, bagaimana apabila tubuh kita terlalu banyak mengeluarkan keringat dan membuat ketiak basah? Apa pun alasannya, keringat berlebih memang sangat mengganggu dan bikin tidak percaya diri.

Dokter dari Hermina Podomoro Sunter, dr Ade Firman SpKK mengatakan, hiperhidrosis adalah kondisi ketika seseorang berkeringat secara berlebihan.

"Saat mengalami hiperhidrosis, kelenjar keringat bekerja terus-menerus sehingga menghasilkan kelebihan keringat yang tidak dibutuhkan tubuh," kata Ade Firman, dalam keterangannya, Kamis (26/5/2022).

Ilustrasi deodoran.

Menurut Ade Firman, penyebab keringat berlebih terbagi dua jenis, yaitu hiperhidrosis primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer biasanya ditandai dengan keringat berlebih di salah satu area tubuh, dan penyebarannya simetris seperti kepala, wajah telapak tangan, ketiak dan kaki.

Sementara, hiperhidroses sekunder keringat berlebih dapat keluar dari salah satu area atau seluruh tubuh penderitanya seperti pada bibir, dahi, kulit kepala dan hidung saat makan makanan pedas dan panas terjadi secara fisiologis pada banyak orang.

"Hiperhidrosis sekunder juga bisa diakibatkan karena aktivitas tidur dan kondisi seperti kehamilan, diabetes, penyakit jantung, gangguan tiroid, stroke, penyakit infeksi, seperti malaria, HIV/AIDS dan tuberkulosis, menopause,” jelasnya.

Ade Firman menambahkan, untuk mengurangi keringat berlebih, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, di antaranya mandi dua kali sehari untuk menghilangkan bakteri pada kulit, serta rajin mengguunakan Antiperspirant didaerah kulit yang berkeringat, terutama daerah ketiak.

"Antiperspirant berbeda dengan deodoran yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Antiperspirant ini diformulasikan untuk memberikan perlindungan keringat dan bau yang sangat efektif," tambahnya.

Antiperspirant, lanjut Ade Firman, bisa mengurangi keringat pada pori-pori kulit, yaitu pada kelenjar apokrin yang keluar dari tubuh. Pasalnya, di dalam kulit terdapat dua kelenjar keringat ekrin dan apokrin.

Kelenjar keringat apokrin ditemukan pada manusia, sebagian besar terbatas pada daerah aksila atau ketiak, dan perineum atau selangkangan.

Kelenjar keringat apokrin tidak menjadi fungsional sampai sebelum pubertas, dan kelenjar ini terkait dengan perubahan hormonal saat pubertas.

"Selain itu gunakan antiperspirant tidak menyebabkan kanker karena dari berbagai macam studi klinis sampai saat ini tidak ada yang benar-benar dapat memastikan ada hubungan kanker dengan pemakaian antiperspirant," tegasnya.

Memilih deodoran

Sementara itu, brand executive Perspirex, Ratu Trini Tirta mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang lebih mengetahui deodoran dibanding antiperspirant. Baik antiperspirant maupun deodoran, keduanya punya cara masing-masing dalam menangani bau badan.

"Tapi, kekurangan deodoran membuat noda kuning di baju juga membuat bau keringat bercampur dengan wangi deodoran, yang kadang malah menimbulkan bau aneh, apalagi bercampur juga dengan aroma parfum yang dipakai sehari-hari. Sementara antiperspirant tidak menghasilkan bau," jelasnya.

Ratu Trini Tirta menambahkan, saat ini Perspirex Antiperspirant telah hadir di Sociolla, Guardian, Century, KKV dan Boots. Selain itu, Perspirex sudah lolos BPOM sehingga aman digunakan di Indonesia.

"Perspirex sudah teruji klinis lebih dari 30 tahun, aman untuk ibu hamil dan menyusui, bebas paraben, bebas parfume dan tidak membuat noda kuning di baju,” tambah Ratu Trini Tirta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI