Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kerap Alami Dehidrasi dan Mual, Waspadai Gejala Batu Ginjal

Jumat, 27 Mei 2022 | 13:46 WIB
Oleh : Fredericus Hardiyanto / FER
Ilustrasi Batu Ginjal

Surabaya, Beritasatu.com - Salah satu gejala umum yang sering muncul pada penderita batu ginjal adalah nyeri pinggang. Namun, seringkali keluhan tersebut hanya dianggap sebagai nyeri otot biasa dan bukan merupakan pertanda adanya masalah yang serius pada ginjal atau saluran kemih.

Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals Surabaya, Dian Paramita Oktaviani Soetojo mengatakan, keberadaan batu pada saluran kemih di Indonesia merupakan kasus atau keluhan terbanyak di bidang urologi.

"Umumnya kasus atau keluhan tersebut terjadi pada masyarakat berusia 30 hingga 50 tahun, dan tidak menutup kemungkinan batu saluran kemih ini dapat terjadi pada anak-anak, remaja maupun orang tua," kata Dian Paramita, Jumat (27/5/2022).

Secara pengetahuan umum medis, pada hakekatnya, batu pada saluran kemih adalah batu yang berada di saluran kemih baik itu di ginjal, ureter, kandung kemih maupun uretra atau sistem saluran kemih manusia.

Zat Garam dan mineral lain yang menempel, kemudian membentuk seperti batu ukuran kecil atau kerikil dan belum menimbulkan rasa sakit ketika tetap atau masih berada di ginjal.

"Namun, apabila batu makin membesar akan menyebabkan nyeri yang amat sangat bahkan dapat menghalangi aliran urine sehingga menimbulkan sumbatan di saluran kemih ureter," ungkap Dian Paramita.

Menurut Dian Paramita, faktor resiko batu ginjal disebabkan oleh adanya riwayat terkena batu sebelumnya, riwayat keturunan, obesitas,dan gangguan absorpsi di lambung dan lain-lain.

Faktor lainnya yang patut diwaspadai adalah seringnya mengalami dehidrasi (kurang minum), hingga faktor riwayat pola makan yang dinyatakan sebagai prediposisi antara lain asupan kalsium, penggunaan garam yang tinggi, serta makan-makanan yang tinggi purin (seperti jeroan), dan minum minuman yang mengandung black tea, dan soda.

"Adapun tanda atau gejala penyakit batu ginjal ini antara lain, nyeri di pinggang ringan hingga berat, dan terkadang disertai mual-muntah. Kemudian, nyeri pada saat buang air kecil, urine berwarna keruh, cokelat hingga kemerahan, bahkan buang air kecil dalam jumlah sedikit," jelasnya.

Menurut Dian Paramitha, penanganan awal dilakukan tes darah maupun urine, pemeriksaan radiologi seperti USG, rontgen perut, sampai CT scan urogenital (CT Stonografi) lalu kemudian setelah batu terdeteksi nantinya batu akan di lihat berdasarkan ukuran dan letak, sehingga batu bisa dikeluarkan sesegera mungkin, baik melalui obat-obatan, perubahan gaya hidup, maupun operasi.

Adapun tindakan yang dapat dilakukan yaitu dengan operasi minimal invasive, dengan alat khusus, batu ginjal akan dipecah menjadi pecahan ukuran kecil, dan dapat keluar sendiri bersama urine atau dibantu dikeluarkan dengan alat tersebut.

"Selain dengan tindakan operasi, pemecahan batu ginjal juga dapat dilakukan dengan alat ESWL atau extracoporeal shock wave lithotripsy, yaitu batu ginjal dipecah menggunakan gelombang khusus dari alat tersebut, dan pasien tidak perlu dilakukan pembiusan,” ujar Dian Paramita.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI